GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Tiga orang terduga pembalakan liar register 22 yang tertangkap di Kampung Kotabatu, Pubian, Lampung Tengah, Jumat (6/4/2018) dini hari mengaku hanya orang suruhan. Mereka menyebut dua nama berinisial S dan R. Inisial S adalah orang yang menyuruh mencari kayu dan R yang biasa membeli kayu.

Gusti Putu Swastiko salah satu terduga pelaku pembalakan liar yang tertangkap di Kotabatu, mengaku hanya disuruh mencari kayu sonokeling. Bahkan orang yang menyuruhnya, yakni S memfasilitasinya dengan sebuah mobil pikap Suzuki Carry. "Mau kami bawa ke tempat R, dia yang biasanya beli. Kalau yang nyuruh kami pak S," kata dia.



Putu melanjutkan, guna melancarkan usahanya membawa kayu, ia mempekerjakan Heri Mutakalim dan Eko Iskandar. "Saya jual kayu antara Rp40-60 ribu per gelondong. Kadang bagian mereka per orang Rp60 ribu," kata Putu yang mengaku sudah empat kali membawa kayu sonokeling dari register 22.

Sementara Heri maupun Eko mengaku baru dua kali bekerja membantu Putu.

Sebelumnya diberitakan Lampost.co, ada delapan kelompok pembalakan liar yang dikabarkan sering beroperasi di register 22 Waywaya. Salah satunya kelompok Kotabatu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR