BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polda Lampung akhirnya meningkatkan status terduga jaringan Terorisme dan paham radikal, ditangkap pada Kamis (12/7) dan Jumat (13/7), secara terpisah.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, SM(38), warga Dusun Sidorejo, Desa Poncorejo, dan Wa (40), warga Dusun Candisari, Desa Gunungrejo, yang diamankan pada Kamis (12/7) sore, dan Wa yang tinggal di kontrakan RT 18, Way Huwi, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (13/7), sekitar pukul 17.30.
"Dari hasil pemeriksaan selama 7x24 jam, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung kepada Lampost.co, Jumat (20/7/2018).
Bobby tak bisa memaparkan secara rinci hasil penyidikan, namun ketiganya diduga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung, dan saling memeliki keterkaitan. "Ya seputar Terduga JAD," katanya.
Kendati demikian memang belum ada rencana dari ketiganya untuk melakukan penyerangam secara langsung, baik di Lampung maupun di luar Lampung. "Sementara kita masih dalami, dan tetap lakukan pemantauan," katanya.
Dengan hasil tersebut kini total sudah ada 9 yang ditetapkan sebagai tersangka, dugaan jaringan JAD Lampubg, dari 11 orang yang diamankan sejak tragedi penyerangan tiga Gereja dan Mapolrestabes di Surabaya beberapa waktu lalu.
Dari penelusuran seluruhnya, rata-rata mereka tinggal di daerah terpencil dan di perbatasan. Apakah mereka tinggal di daerah tersebut untuk bersembunyi dan menghindar dari pemantauan aparat.
“Iya bisa jadi, tetapi kami tetap monitor, dan bhabinkamtibmas, babinsa, serta RT di tiga pilar diperkuat. Kemudian fungi Intel juga melakukan pemantauan,” kata Dirintelkam Polda Lampung Kombespol Amran Ampulembang.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR