JAKARTA (Lampost.co) -- Tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membela mantan Deputi Penindakan Irjen Firli Bahuri. Mereka sepakat kasus dugaan pelanggaran kode etik calon pimpinan (capim) KPK itu disetop.

"Tiga pimpinan menginginkan kasus Pak Firli itu ditutup," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.



Alex menjelaskan kesepakatan itu dinyatakan dirinya bersama Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Basaria Panjaitan. Mereka menilai kasus itu layak dihentikan karena Firli sudah ditarik kembali ke kepolisian.

Dia pun tak tahu soal konferensi pers yang dibuat Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan juru bicara KPK Febri Diansyah soal dugaan pelanggaran Firli, Kamis, 11 September 2019. Pengumuman itu juga dibuat tanpa melibatkan Agus dan Basaria.

"Saya kirim pesan WhatsApp ke Febri, kenapa ada konferensi pers sementara pimpinan yang ada di kantor tidak diberi tahu atau saya yang tidak tahu karena tidak membuka grup WhatsApp," ungkap satu-satunya perwakilan KPK yang masih bertahan di seleksi capim itu.

Menurut dia, langkah Saut mengumumkan soal dugaan kode etik Firli tidak sah. Pasalnya, pimpinan KPK sudah mengambil keputusan secara kolektif kolegial bila kasus Firli ditutup.

"Mekanisme pengambilan keputusan kalau tiga orang (setuju) ya sudah (kasus) naik. Apa pun keputusan pimpinan itu dianggap kolegial karena otomatis disetujui. Tapi, kalau tiga pimpinan sudah menyatakan ditutup tapi yang dua atau satu masih terus jalan, bertentangan dengan tiga pimpinan," jelas dia.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR