GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Tiga pegawai Puskesmas Rumbia dipastikan menjadi tersangka pungutan liar (pungli) dan terancam hukuman hingga lima tahun penjara. Hal ini menyusul penangkapan yang dilakukan Polres Lamteng terkait pemotongan dana jasa pelayanan (jaspel).

Kapolres Lampung Tengah melalui Kasatreskrim AKP Rezky Maulana mengatakan hasil laporan masyarakat, pihaknya menangkap dua oknum pegawai Puskesmas Rumbia. Hasil pengembangan, satu pegawai lagi ditangkap di Gunungsugih.



Menurut Rezky, tiga orang tersangka itu berinisial GY, MA dan Y. Ketiga orang itu memiliki jabatan di Puskesmas Rumbia, yakni kepala puskesmas, bendahara dan kepala bidang.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 11 dan 12 UU Tipikor dengan ancaman maksimalnya sampai lima tahun penjara. "Jadi tiga orang itu kami tetapkan tersangka karena bukti-bukti dan unsur sudah terpenuhi," kata Rezky.

Ia mengatakan barang bukti yang diamankan dari kasus pungli jaspel Puskesmas Rumbia berupa uang Rp4.206.000 potongan jaspel dari tiga pegawai dan Rp9.127.000 potongan jaspel dari 18 pegawai.

Selain itu, Polres juga mengamankan catatan terkait penyetoran dan persentase yang harus diberikan. Rezky menegaskan ketiga tersangka masih ditahan di Mapolres setempat dan sejauh ini belum ada pengajuan penangguhan penahanan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR