BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- HINGGA hari ketiga, Kamis (19/10/2017), pemutihan pajak kendaraan bermotor sudah 915 orang yang mengikuti program pengampunan pajak kendaraan bermotor tersebut di Samsat Induk Rajabasa. Untuk jumlah wajib pajak yang mengikuti program pemutihan 296 orang, menurun dari hari sebelumnya yang 338, sedangkan pada hari pertama total ada 281 orang.
Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Komisaris Besar Ahmad Yamin, melalui Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Poda Lampung Komisaris Leo Defretes, mengatakan jumlah peserta pemutihan pajak kendaraan bermotor menurun dari hari sebelumnya dikarenakan kondisi hujan. "Sebenarnya antusias warga cukup tinggi, cuma karena hujan jumlahnya menurun dibandingkan pada Rabu, padahal sebelumnya juga sebenarnya hujan," kata Leo kepada Lampost.co, Kamis (19/10/2017).
Menurut dia, hingga hari ketiga program pemutihan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti. Masyarakat sudah paham fungsi krisis centre sehingga mereka langsung menuju ke titik tengah halaman kantor Samsat Induk Rajabasa.
"Jadi dari Selasa sore sudah kami pasang banner arah petunjuk bertuliskan tempat mengurus pemutihan. Di sana petugas langsung memberikan informasi proses yang akan diurus oleh wajib pajak," kata dia.
Kemudian masyarakat yang tahun lalu sudah melakukan pemutihan kendaraan, tidak perlu khawatir kembali melakukan pemutihan tahun ini karena tidak ada yang mengatur mengenai hal tersebut. "Aturannya tidak ada, berarti boleh-boleh saja kalau mau ikut pemutihan di tahun ini," ujar Leo.
Namun, untuk tahun yang akan datang, pihaknya tidak mengetahui apakah masih boleh atau tidak sehingga data pemutihan tahun ini dibuat rapi dan valid. Sebab, jika kebijakan yang akan datang yang ikut pemutihan di tahun ini tidak boleh ikut, data sudah tersimpan.
"Sepertinya tahun yang akan datang tidak ada lagi pemutihan kendaraan, tahun ini sepertinya terakhir. Hal ini juga untuk mengedukasi masyarakat, jangan sampai memanfaatkan momen pemutihan dan mengabaikan bayar pajak pada umumnya, ini juga untuk PAD Lampung," katanya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR