BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anggota DPRD Lampung, Riza Mirhadi menjelaskan DPRD tidak memiliki kewenangan untuk membentuk pansus dan menangani permasalahan pilkada. Hal tersebut dinilai telah melampaui batas kewenangan. "Pembentukan pansus ini adalah sikap prematur dan pemaksaan kehendak," kata Riza dalam sidang paripurna di DPRD Lampung, Kamis (5/7/2018).

Senada, Agus BN mengatakan persoalan pilkada telah ditangani lembaga yang diberikan kewenangan penuh Undang-undang. Untuk itu, proses yang sedang berlangsung di lembaga tersebut sepatutnya tidak diintervensi terlebih dahulu dari legislatif melalui pembentukan pansus. "Jangan ada diinterpensi dulu, lihat dan awasi dulu kerjanya," ujarnya.



Sementara itu, Ningrum Gumai menyampaikan pembentukan pansus dirasakan sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat. "Selarang ada keresahan ditengah masyarakat. Kalau wakil rakyatnya diam, maka akan dipertanyakan masyarakat kerja kita," ujarnya.

Senada, Bambang Suryadi mengatakan pembentukan pansus tersebut bukan langkah yang melawan hukum. Sebab, DPRD wajib  menindaklanjuti pengaduan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Masalah money politic itu sudah terlebih terstruktur karena ada yang menggerakkan dan berlangsung secara masif, karena terjasi di 15 kabupaten/kota. Kita tidak bicara menang kalah, tetapi demokrasi yang adil ini harus diatasi. Itu yang harus ditangani DPRD," kata dia.

Baca Juga:

Paripurna Ricuh, Palu Pimpinan DPRD Diambil Alih

DPRD Bentuk Pansus Tindak Pidana Pilkada, Bukan Buat Intervensi Lembaga Lain

Lampaui Amanat UU, Riza Mirhadi Tolak Pembentukan Pansus Dugaan Pidana Pilkada

 

Namun, paripurna yang belum mendapatkan jawaban dari tiga fraksi terkait pengajuan untuk masuk kedalam anggota pansus, membuat paripurna diskor untuk menunggu jawaban tiga partai, yaitu PAN, PKB, dan Golkar.

"Ada tiga fraksi yang belum mengajukan anggotanya untuk masuk kedalam keanggotaan pansus, sehingga paripurna ini diskor kembali dengan agenda pembacaan surat masuk dari 3 fraksi," kata Dedi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR