BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Lampung, akhirnya menetapkan 3 dari 4 terduga jaringan radikal yang diamankan pada (7-8/8/2018) di empat Kabupaten di Provinsi Lampung.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung mengatakan tiga orang yang statusnya dinaikan tersangka usai diperiksa selama 7 x 24 jam yakni, DS diamankan di kediamannya di Dusun 1 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah pada 7 Agustus sekitar pukul 15.50.



Kemudian, pria berinisial AD di RT 09 RW 2 Jalan Raden Saleh, Desa Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan, pada 7 Agustus sekitar pukul 18.00.

Terakhir, BR (40) yang diamankan pada 8 Agustus sekitar pukul 17.30 WIB di Dusun Sinargunung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat.

Sementara NR yang diamanakan di kediamannya di Jalan Ir Sutami, Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur pada 7 Agustus sekitar pukul 14.35 tidak menjadi tersangka.

"Tiga orang yang kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (17/8/2018).

 

Bobby tak menjelaskan secara rinci peran masing-masing tersangka, namun ketiganya memiliki keterkaitan dengan. Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ada di Lampung.


"Yang tidak tersangka, tetap kita awasi gerak-geriknya," kata alumnus Akabri 1993 itu.


Dengan demikian, sejak meletusnya bom yang melanda Porlestabes Surabaya, dan Tiga gereja di Kota tersebut, kini Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Lampung, telah mengamankan 15 terduga jaringan JAD. Dari 15 orang tersebut, 12 menjadi tersangka, dan 3 orang lainnya di bebaskan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR