BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KBM Universitas Lampung menggelar dialog terbuka bersama Tiga calon rektor Universitas setempat. Ketiga calon rektor  secara bersamaan hadir dalam kegiatan  itu , Kamis, 12 September 2019.

 



Presiden BEM KBM Unila Fajar Agung Pangestu mengatakan, maksud dari dialog agar seluruh mahasiswa berkesempatan untuk langsung menyampaikan langsung keluh kesah dan aspirasinya.

 

"Hari ini kami menyelenggarakan dialog terbuka bersama calon rektor. Kegiatan ini tanpa campur tangan senat," katanya.

 

Dalam kegiatan itu juga, mahasiswa memberikan cinderamata kepada seluruh calon rektor yang berisi pembersih telinga dan minuman anti masuk angin.

 

"Kami memberikan korek kuping dengan maksud untuk menyindir seluruh calon rektor agar ke depannya lebih membuka telinganya untuk mendengarkan aspirasi kita, jangan sampai pemerintahan ke depan masuk angin," katanya.

 

Dalam kesempatan itu Prof Bujang Rahman mengatakan program kerjanya dikemas dalam enam pilar, yaitu pertama pembelajaran berdasarkan  4.0, kemahasiswaan, riset dan inovasi.

 

"Saya akan membangun laboratorium pembelajaran untuk mahasiswa, dan memposisikan mahasiswa sebagai subjek bukan objek. Anggaran untuk kegiatan kemahasiswaan jelas, tapi output dan outcomenya juga harus jelas," katanya.

 

Sementara menurut Karomani, jika dirinya diamanahkan menjadi rektor Unila, dia akan membangun fasilitas bagi kemahasiswaan.

Selain itu Dia juga ingin mewujudkan pembangunan masjid untuk dapat menampung sekitar 10 ribu jemaah,"kata dia.

 

Sementara, Sekretaris Senat Unila M. Basri mengatakan, dialog terbuka bersama calon rektor yang diselenggarakan oleh mahasiswa merupakan murni gagasan dari mahasiswa sendiri. Kegiatan ini merupakan jadwal di luar senat.

 

"Kemarin saat penyampaian visi misi di GSG, senat sudah memfasilitasi. Tetapi mahasiswa ingin menyelenggarakan sendiri," katanya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR