BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pemindahant tiga BUMN, PT Pindad, PT Dirgantara, dan PT PAL, ke Kabupaten Tanggamus, Lampung, dipastikan tidak akan berubah. Sebab, Tanggamus dinilai tepat sebagai daerah penyangga pertahanan yang siap.
"Setahu saya tidak ada opsi lain selain Tanggamus. Sudah positif. Kementerian Pertahanan berharap dibangun di sini,” kata Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto saat press tour ke PT Daya Radar Utama (DRU) unit Lampung, Rabu (29/11/2017).
Menurut dia, tiga direktur BUMN tersebut juga telah menyetujui pemindahan itu. Alasan pemindahan itu karena Pulau Jawa dinilai sudah padat.
"Setelah Menhan meninjau, para direktur dari ketiga BUMN juga meninjau. Hasilnya, mereka setuju dengan letak Kabupaten Tanggamus yang dinilai cukup strategis. Tapi, proses relokasi tiga BUMN itu pasti butuh waktu yang tidak sebentar,” kata dia.
Salah satu faktor yang membutuhkan waktu lama karena tidak hanya Menhan saja yang mengurus pemindahan itu, tetapi harus berkoordinasi dengan beberapa kementerian. "Tidak mudah memindahkan industri BUMN yang cukup besar. Untuk pembangunan akan dilaksanakan bertahap,” ujar dia.

Industri Galangan Kapal



Totok menambahkan maksud dan tujuan rombongannya datang ke PT DRU adalah untuk memperoleh informasi aktual dan faktual tentang kemampuan industri maritim galangan kapal. "Perusahaan galangan kapal yang berada di Lampung, PT DRU telah mendukung alutsista, khususnya armada laut, guna mendukung pertahanan Indonesia," kata dia.
Selama ini, lanjut dia, PT DRU telah membuat beberapa kapal yang kini digunakan TNI baik Angkatan Laut maupun Angkatan Darat. "Kapal perang yang telah diproduksi kurang lebih 100 unit berbagai jenis dirancang oleh tenaga ahli Indonesia."
Managing Director PT DRU Wardiyono Suwaryo menjelaskan perusahaan yang berdiri sejak 1972 memiliki tiga unit, selain di Lampung juga ada di Jakarta dan Lamongan. Cita-cita dan harapan dari PT DRU adalah memiliki daya saing tinggi, dipercaya membangun alutsista TNI jenis kombatan, menjadi industri maritim nasional yang profesional dan modern, serta mendukung program pembangunan pemerintah.
"Tapi sejauh ini perusahaan swasta hanya bisa membuat bahan baku alutsista, sedangkan yang membuat alutsista adalah BUMN. Swasta tidak boleh berdasarkan undang-undang, jadi dirasa sulit untuk mewujudkan kombatan," kata dia.
PT DRU siap mendukung kebijakan strategis nasional, pembangunan daerah, kemandirian bangsa, dan lapangan kerja. "Kami PT DRU siap membuat alutsista," kata dia. 

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR