KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Tiga tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal di ruas jalan Tanggamus-Lambar, Pekon Gunungsari, Kecamatan Ulubelu diringkus Polsek Pulau Panggung.

Salah satu pelaku masih remaja berinisial SR (15), melakukan penembakan kepada korbannya menggunakan senapan angin. Sedangkan 2 pelaku lainnya yakni MR (28) dan UJ (22), ketiganya merupakan warga Pekon Tampang Tua, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus.



Akibat tembakan senapan angin di bagian punggung kanan korban mengharuskan Amsan (42) warga Dusun Sinar Sari, Pekon Gunungsari, Kecamatan Ulubelu menjalani perawatan serius di rumah sakit. Namun dirinya sempat bertahan diatas sepeda motor hingga tiba di perkampungan warga.

Menurut penjelasan Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 7 September sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat pihaknya segera lakukan pengejaran terhadap para pelaku. "MR berhasil kami tangkap pada Minggu (8/9) dini hari pukul 03.00 WIB ketika bersembunyi di perkebunan," katanya.

Kemudian pencarian dilakukan dengan cara menyisiri area tersebut bersama warga dan berhasil menemukan 2 pelaku lainnya yaitu UJ dan SR. Keduanya ditemukan di Dusun Pematang Bagelung, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu pada pukul 07.00 WIB.

"Ketiga pelaku berhasil kami tangkap atas bantuan dari masyarakat dari 2 lokasi yang tidak begitu jauh," katanya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Berdasarkan keterangan dari korban, dirinya dalam perjalanan pulang ke rumah melalui lokasi kejadian. Saat itu dia melihat 3 orang pria yang sedang berdiri di pinggir jalan dengan posisi membelakangi. Setelah melewati sejauh 10 meter, punggung korban di tembak. Karena merasa terancam korban langsung tancap gas motornya menuju perkampungan warga.

Pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti senapan angin yang dipakai pelaku serta pakaian para tersangka. Diketahui jika SR berperan menembak korban, sementara MR dan UJ yang merampas sepeda motornya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Namun untuk tersangka yang masih dibawah umur penyidikan mengacu kepada UU Pidana anak.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR