PENELITIAN terbaru menunjukkan pola tidur pada akhir pekan dapat menyebabkan “jet lag sosial”. Kondisi itu juga saat jam internal tubuh tidak sesuai dengan jadwal tidur seseorang. Sehingga mengakibatkan kesehatan yang lebih buruk, suasana hati yang buruk, kantuk, dan kelelahan yang meningkat.

Dari hampir 15 ribu siswa yang dianalisis, hanya empat dari 10 memiliki jam tubuh yang secara alami sinkron dengan jadwal beraktivitas mereka. Sisanya, 60% siswa menderita jet lag sosial setidaknya 30 menit lebih lama untuk memulai aktivitas mereka. Keterlambatan tersebut berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan nilai ujian.



Peneliti utama mengatakan dengan kondisi tersebut sistem sekolah di AS lebih mendukung gerakan bangun lebih awal ketimbang tidur larut malam. Manfaat bagi individu dan masyarakat dari ritme biologis mereka sendiri pasti besar salah satunya peningkatan kualitas pendidikan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR