JAKARTA (Lampost.co) – Sejumlah karyawan PT Sanofi Aventis Indonesia (SAI) yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) menyimpulkan proses PHK yang dilakukan perusahaan tidak sesuai dengan prosedur dan terdapat beberapa penyimpangan.
"Kami menyimpulkan proses pelaksanaan PHK yang dilakukan perusahaan masih belum sesuai dengan prosedur dan terdapat beberapa penyimpangan," ujar eks karyawan PT SAI Yunita Fitrianida mewakili rekan-rekannya, Rabu (13/9/2017).
Maka itu, pada pertemuan antara karyawan yang di-PHK dan pihak PT Sanofi yang dimediasi Suku Dinas (Sudin) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Timur beberapa waktu lalu, mereka mengubah tuntutan utama.
Di mana sebelumnya, mereka menuntut pemberian pesangon, kini menjadi tidak menerima di-PHK dan ingin dipekerjakan kembali di posisi jabatan dan lokasi yang sama dengan sebelumnya ketika masih bekerja di perusahaan.
"Kita mengubah tuntutan utama, yaitu tidak menerima PHK dan mau dipekerjakan kembali di posisi jabatan dan lokasi yang sama dengan sebelumnya saat kita masih bekerja di perusahaan," kata Yunita diamini rekan-rekannya yang kini terus memperjuangkan hak-haknya.
Sementara itu, sebelumnya saat dikonfirmasi, pihak PT Sanofi Aventis Indonesia melalui Sharon Olich membantah penghitungan pesangon menyalahi aturan. "Saya hanya bisa berikan tanggapan bahwa semua proses dan penghitungan pesangon sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami bantah informasi itu," kata Sharon melalui sambungan telepon, Kamis (17/8/2017) lalu.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR