KALIANDA (Lampost.co)--Petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan mulai menyedot air dari saluran irigasi untuk mengaliri lahan persawahan, lantaran hujan tak kunjung turun. Hal ini dilakukan untuk persiapan tanam padi pada musim gadu 2018.
Berdasarkan pemantauan Lampost.co, petani memanfaatkan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa mesin pompa, baik menggunakan bahan bensin dan elpiji ukuran 3 kg. Selain memanfaatkan saluran irigasi disekitar lahan sawah mereka, petani juga manfaatkan sumur bor yang ada.

Seperti yang diungkapkan, Sudarto (35) petani di Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, mengatakan dirinya sengaja menurunkan mesin pompa air untuk menyedot air dari saluran irigasi. Sebab, lahan persawahan miliknya kering dan akan ditanami padi. 
"Sudah beberapa hari ini tidak turun hujan. Padahal, sebentar lagi mau tanam. Mau enggak mau manfaatkan air dari irigasi yang kini mulai surut," kata dia saat ditemui Lampost.co di area lahan sawahnya, Selasa (10/7/2018).
Hal senada diungkapkan Ketut Purne (41) petani asal Desa Baliagung. Ia mengaku tidak ada cara lain agar lahan persawahan miliknya terairi dan bisa diolah dan ditanami. Ia terpaksa memompa air dari irigasi dan sumur bor. 
"Jelas butuh air untuk persiapan tanam. Kalau enggak ada air gimana mau mulai tanam. Ya, Mudah-mudahan beberapa hari kedepan turun hujan," ujarnya. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR