Douma (Lampost.co) -- Sebuah tim keamanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa ditembaki kelompok bersenjata saat tiba di kota Douma, Ghouta Timur, Suriah. Kabar disampaikan salah satu pejabat PBB, Rabu 18 April 2018. 

Serangan memaksa tim kembali ke Damaskus dan misi pencarian fakta pun tertunda. 

Kepala Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) Ahmet Uzumcu mengatakan tim PBB ditembaki pada Selasa kemarin. Pelaku juga sempat meledakkan sebuah bom, sehingga tim terpaksa mundur. 

Hingga saat ini pelaku penyerangan tim PBB itu belum diketahui.

OPCW sudah menunggu sejak Sabtu untuk mengunjungi Douma, tempat dugaan terjadinya serangan kimia pada 7 April. OPCW dihalangi Suriah dan Rusia masuk ke Douma dengan alasan keamanan.

Kantor berita SANA mengklaim tim OPCW akhirnya sudah masuk ke Douma pada Rabu. Namun Uzumcu mengatakan timnya belum dapat mengunjungi situs serangan kimia. 

"Masih ada banyak ancaman keamanan di area tersebut," ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric, seperti dikutip The Star

Douma berada di bawah perlindungan polisi militer Rusia. Militer Rusia mengatakan seorang petugas keamanan Suriah terluka saat tim PBB diserang. 

Sekelompok jurnalis yang mengunjungi Douma di bawah koordinasi pemerintah Suriah pada Senin kemarin tidak melaporkan adanya ancaman keamanan. Media Associated Press telah bertemu sejumlah warga Douma, yang mengaku sempat diselimuti udara beraroma klorin pada malam diduga terjadinya serangan.

Dengan telah berlalunya 11 hari usai dugaan serangan kimia, kekhawatiran muncul bahwa barang bukti sudah direkayasa pihak tertentu atau telah rusak. 



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR