PUBLIK marah! Hanya gara-gara seorang Setya Novanto (Setnov) yang licin seperti belut kecemplung oli, energi bangsa ini terkuras dibuatnya. Kini, ketua umum Partai Golkar itu tidak berkutik lagi, ketika mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik pada Kamis (16/11/2017) malam, di kawasan Permata Hijau, Jakarta. Drama episode Setnov menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berakhirlah sudah. 

Tiang listrik yang ditabrak oleh sopir Setnov menginspirasi pemuda asal Yogyakarta. Frida Dwi membuat gim bertema tiang listrik. Hanya dalam rentang waktu tujuh jam dari peristiwa dagelan Setnov, gim diunduh lebih dari 120 ribu pengguna. Kasus korupsi ketua DPR ini merupakan peluang Frida menuangkan ide digitalnya.



Hanya dengan kata-kata “tiang listrik” menjadi trending topic di media sosial pada malam itu. Gim tiang listrik itu sehebat Setnov. Politikus satu ini sangat licin, superkuat , bahkan disebut manusia setengah dewa. Dia selalu bebas dari caci makian rakyat bahkan lolos dari jeratan hukum. Mulai dari kasus Bank Bali, hujatan ketika menghadiri kampanye Donald Trump, hingga kasus papa minta saham. Negeri ini heboh dibuatnya. Karena ulah dan kelihaiannya, anak-anak bangsa dibuatnya menjadi pembohong.

Contohnya? Kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi, mengatakan akibat kecelakaan menabrak tiang listrik, terjadi pembengkakan segede bakpao di kepala Setnov. Bahkan mengalami gegar otak. Ternyata, saat menghadiri pemeriksaan di KPK, Selasa (21/11/2017) lalu, muka Setnov mulus tidak ada tanda benjolan. Pikirannya waras. Dia layak ditahan bukan di rumah sakit.  

Dagelan memang. Akibat ulahnya juga, publik sudah tidak percaya lagi dengan politikus Senayan ini. Ketika kasus gugatan praperadilan penetapan tersangka oleh KPK, Setnov berulah mengurung diri dengan hiasan jarum inpus di rumah sakit. Pada akhirnya, hakim tunggal PN Jakarta Selatan, Cepi Iskandar, memenangkannya dan mengalahkan KPK,  29 September lalu.

Tidak hanya dengan KPK. Di parlemen juga, Setnov lihai mengolah kasus sehingga dia bisa kembali menjadi ketua DPR yang sempat digantikan Ade Komarudin. Kasus papa minta saham–berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), nama baiknya dipulihkan. Sadar atau tidak sadar, banyak tokoh di negeri ini menasihati Setnov.

Kasus korupsi Setnov ini melunturkan kepercayaan publik kepada pemerintah dan penegak hukum. Sebab itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar politikus memberikan contoh baik kepada rakyat.  "Kita lihat memang, banyak elite-elite politik masih memberikan pendidikan yang tidak baik kepada masyarakat juga anak-anak kita," kata Presiden.

Pada acara pembukaan simposium nasional kebudayaan 2017 di Jakarta, Senin (20/11), Kepala Negara berharap elite memberikan nilai-nilai menginspirasi kepada generasi muda. “Bagaimana cara berpolitik yang beretika, berbicara beretika, bagaimana menghargai senioritas, dan bagaimana menjaga nilai-nilai kesantunan," ucapnya. 
                             ***

Baik Presiden maupun Wapres Jusuf Kalla sejak awal mengingatkan politikus  Setya Novanto mengikuti aturan yang berlaku terkait statusnya sebagai tersangka korupsi proyek KTP-el. Bahkan, Kalla mengingatkan Setnov tidak mengada-ada bahwa pemanggilannya oleh KPK harus seizin presiden. Bagi Kalla, kasus Setnov itu membuat elektabilitas Partai Golkar terus merosot. 

Korupsi Setnov tidak tanggung-tanggung. Itu pengakuan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, pekan lalu. Rekan sejawat ini–Setnov menerima 11% atau Rp570 miliar dari nilai proyek KTP-el bersama Andi Narogong, rekanan Kemendagri. Korupsi KTP merugikan negara Rp2,3 triliun.

Dampak ditahannya Setnov oleh KPK, Minggu (19/11/2017) lalu, membuat partai berlambang pohon beringin terguncang hebat. Tidak hanya Golkar, gedung parlemen di Senayan terjadi kasak-kusuk. Siapa yang bakal menggantikan Setnov sebagai ketua DPR. Bahkan, beberapa hari sebelum Setnov ditahan, dia menunjuk Idrus Marham sebagai Plt. ketua umum dan Yahya Zaini sebagai Plt sekretaris jenderal hingga tahun 2019.

Sejumlah tokoh Golkar seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, juga Agung Laksono mendorong digelarnya munaslub untuk mengganti ketua umum.  Tidak hanya di tingkat pusat, di daerah pun sejumlah kader menginginkan DPP segera menentukan sikap. Partai Golkar harus mencari solusi dari ditahannya Setnov.

Paling tidak, jika Setnov dinonaktifkan atau diganti, marwah partai dan DPR–sebagai lembaga negara tetap terjaga wibawanya. Munaslub dan pergatian ketua parlemen itu–menghindari krisis kepercayaan publik yang akan menjalar ke mana-mana.  Contohlah Jepang dan Tiongkok. Korupsi sebagai aib bangsa. Dan tidak heran jika mereka yang terlibat mundur dari jabatan, bahkan dijatuhi hukuman mati.

Bagi putra terbaik bangsa, kasus korupsi yang melilit ketua umum Golkar itu bukan yang pertama di negeri ini. Sebelumnya, ada tiga pucuk pimpinan partai terjerat korupsi dan dibui KPK. Mereka adalah Presiden PKS Luffi Hasan Ishak, disusul Ketua Umum PPP Suryadarma Ali, terakhir Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Tidak terbantahkan, ketua-ketua partai berkelas itu tidak saja haus kekuasaan, tetapi juga haus akan fulus.  *** 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR