BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Penyakit tersebut tidak bisa diobati tetapi bisa dilakukan pencegahan.

Ketua UPTD PMI Provinsi Lampung Aditya Biomed mengatakan talasemia merupakan penyakit genetika yang diwariskan oleh orang tuanya kepada anak. Penyakit talasemia diderita seumur hidup oleh penderitanya dan harus dilakukan transfusi darah agar bisa bertahan hidup.



"Penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Sebab itu, upaya pencegahan harus terus dilakukan semua pihak," kata dia saat talkshow pentingnya upayakan pencegahan pada penyakit talasemia di Radio SAI 100 FM News & Entertainment, Lampung Post, Jalan Soekarno-Hatta Bypass, Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan pada manusia normal sel darah bisa bertahan 150 hari. Namun, karena memiliki kelainan hemoglobinnya hanya bisa bertahan 30 hari saja. Di Indonesia, negara menghabiskan anggaran sebesar Rp400 juta/tahun untuk penyakit talasemia. Untuk di Lampung ada 150 pasien di RSUD Abdoel Moloek yang terdata.

"Maka penyakit ini harus dicegah. Melalui gerakan untuk pencegahan dan sosialisasi kepada kaum muda dan remaja di SMA serta di kampus," kata Ketua IDI Kota Bandar Lampung.

Untuk pencegahannya yakni pengidap talasemia jangan menikah dengan pengidap talasemia agar anaknya tidak diwariskan penyakit tersebut. Atau penderita talasemia menikah dengan orang yang benar-benar sehat dan normal. Karena anak yang menderita talasemia akan merepotkannya dan orang lain. 

"Maka dari itu untuk mengetahui diri kita mengidap talesemia atau tidak maka harus dicek darah dan di-screening sejak dini," katanya. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR