SAAT ini kaum muslimin memasuki bulan Ramadan. Berpuasa terkadang dianggap identik dengan tubuh letih dan sering membuat kita malas melakukan aktivitas fisik. Masih banyak orang beranggapan bahwa olahraga harus dihentikan saat seseorang menjalani puasa.

Bagi seseorang yang sebelumnya memang rutin berolahraga, melakukan gerakan fisik saat berpuasa tetap disarankan. Agar tetap sehat dan bugar, olahraga—seperti kebutuhan makan dan minum—juga menjadi kebutuhan hidup yang harus dijalani. Pada bulan puasa, tidak sedikit orang yang tetap melakukan olahraga dengan tujuan menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar. Cukup banyak atlet yang tetap berlatih saat Ramadan, apalagi kalau itu dalam rangka persiapan untuk kompetisi.



Menjalankan ibadah puasa fardu hukumnya untuk dilakukan oleh umat muslim. Berpuasa adalah kewajiban sekaligus tantangan, sehingga seseorang diharapkan untuk tetap berkarya walaupun sedang berpuasa. Selama tiga belas jam, sesorang diharuskan menahan lapar dan dahaga, sehingga tubuh terasa lemas terutama di siang hari. Selama rentang waktu tersebut, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dari luar.

Perasaan lemas dan lesu ketika menjalani puasa merupakan sesuatu yang sangat wajar. Alasan inilah yang membuat seseorang mengurangi kegiatan fisik, karena dianggap dapat memperberat rasa lemas tersebut. Berkurangnya cadangan makanan dan berkurangnya air dalam tubuh berperan terjadinya rasa lemas ini. Namun, apakah berpuasa bisa dijadikan alasan untuk seseorang hanya bermalas-malas?

Boleh Berolahraga

Sekilas terkesan masuk akal bila sedang berpuasa sebaiknya semua aktivitas fisik dikurangi, bahkan bila perlu dihentikan. Sebab, aktivitas fisik termasuk olahraga memerlukan tenaga ekstra dan membuat seseorang akan lebih cepat merasa haus.

Maka itu, bila sedang berpuasa, pilihlah olahraga di tempat sejuk seperti pusat kebugaran, di bawah pohon, atau di ruangan ber-AC. Hal ini dapat mencegah rasa haus yang berlebihan. Apabila seseorang tidak ada kendala dalam menjalani ibadah puasa, olahraga tentu juga tidak ada kendala. Namun, kalau muncul keluhan sangat letih, mual, muntah, pusing sebelum atau setelah berolahraga, sebaiknya jangan memaksakan diri.

Olahraga memberikan imbas positif termasuk meningkatnya daya tahan asal dilakukan dengan cara yang benar, teratur, dan terukur. Saat puasa, untuk seseorang yang rutin berolahraga sebaiknya tetap berolahraga. Selama 29—30 hari tanpa melakukan aktivitas tersebut akan memengaruhi penampilan fisik dan juga memengaruhi massa otot.

Olahraga dapat membawa dampak positif pada tubuh, antara lain untuk mempertahankan tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, harus bagaimanakah sebaiknya di bulan Ramadan ini? Bagaimanakah cara melakukan olahraga yang baik? Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan? 

Waktu yang Tepat

Olahraga saat puasa ada aturannya, termasuk dalam pemilihan waktu. Sebenarnya, kapan seseorang berolahraga bergantung pada diri sendiri, disesuaikan dengan aktivitas kesehariannya.

Tidak seperti hari-hari biasa, waktu berolahraga pada bulan puasa cukup terbatas. Tentu saja tidak dianjurkan untuk olahraga di tengah hari bolong, sebab risiko untuk mengalami dehidrasi sangat tinggi. Kita harus mengatur dan mengetahui waktu yang tepat dalam berolahraga saat puasa agar tidak mengganggu fungsi tubuh.

Saat sedang berpuasa, olahraga sebaiknya dilakukan pada sore hari selama sekitar 30—60 menit sebelum waktu berbuka. Hal ini disebabkan energi yang hilang saat olahraga bisa langsung terganti saat berbuka. Saat tersebut adalah waktu paling optimal untuk membentuk otot, karena kadar testosteron tubuh dalam tingkat yang tertinggi. Saat berbuka, penting untuk melengkapi menu dengan protein atau karbohidrat yang cepat dicerna sebelum memulai makanan utama.

Ada yang mempunyai pendapat yang berbeda mengenai waktu yang tepat untuk berolahraga, yaitu saat setelah berbuka, karena tubuh telah mendapatkan energinya kembali dari makanan yang disantap. Namun, harus diingat, olahraga di periode ini harus selesai tiga jam sebelum tidur malam guna menghindari insomnia.

Jika tak sempat untuk berolahraga sebelum dan setelah buka puasa, bisa dicoba olahraga sebelum sahur. Memilih berolahraga sesaat sebelum sahur memang lebih berat karena harus bangun lebih pagi. Solusi agar tidak mengantuk, cobalah tidur malamnya lebih awal. Misalnya tidur setelah pulang tarawih dan hentikan kebiasaan begadang hingga larut malam.

Berapa lama waktu yang kita habiskan untuk berolahraga dalam satu hari? Selama 90 menit, 60 menit, atau 30 menit? Memasuki bulan puasa, kita harus memangkas kebiasaan waktu berolahraga. Jika biasanya selama 60 menit, saat sedang puasa cukup 30 menit dengan frekuensi tiga sampai lima kali seminggu.

Hal ini untuk menjaga tubuh agar tidak terlalu letih. Jangan lupa selalu melakukan pemanasan, peregangan awal, serta pendinginan dan peregangan akhir. Gerakan yang dilakukan saat peregangan awal dan peregangan akhir adalah kegiatan stretching.

Jenis Olahraga

Selain waktu olahraganya tidak bisa bebas, tidak semua jenis olahraga bisa dijalani selama seseorang berpuasa. Jenis olahraga yang tidak memakan banyak waktu serta dapat dilakukan dalam ruangan tentu akan lebih menjadi pilihan. Selain waktu yang lebih efisien, memilih olahraga dalam ruangan membuat seseorang terhindar dari terik matahari.

Walaupun begitu, masih banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan saat berpuasa. Pilihan jenis olahraga dengan intensitas tinggi (high impact) bisa membuat tubuh kehilangan banyak energi dalam waktu cepat. Olahraga berat seperti angkat beban, thai-boxing, atau berenang bisa berbahaya kalau dilakukan dalam keadaan perut kosong. Selain itu, berenang mempunyai risiko membatalkan puasa, karena tanpa disadari air dapat tertelan saat berenang.

Olahraga dengan tingkat intensitas ringan sampai sedang menjadi pilihan yang paling tepat untuk seseorang yang sedang berpuasa. Jalan santai, yoga, tai chi, bersepeda, dan treadmill adalah contoh olahraga yang dimaksud. Sementara olahraga yang intensitasnya tinggi sebaiknya bukan menjadi pilihan, seperti senam aerobik, lari, sepak bola, dan tenis. Sebenarnya, olahraga berintensitas tinggi bisa dilakukan saat sudah berbuka sehingga tubuh memiliki cukup bekal untuk menghasilkan tenaga.    

Bagi yang tidak punya waktu buat olahraga, bisa melakukan stretching dan pemanasan ringan selama 10—15 menit. Melakukan gerakan-gerakan yang cukup mudah seperti sit-up, push-up, dan lari di tempat adalah contohnya. Ini untuk melatih otot badan, melancarkan peredaran darah, dan mencegah badan jadi kaku setelah duduk seharian, sehingga badan tidak akan loyo dan mudah capai walaupun sedang berpuasa. Salam Lampung sehat.

Artikel di atas juga dapat dibaca di www.lampungpost.id

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR