BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT Central Proteina Prima (CPP) dan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) melakukan pemulihan kondisi perusahan. Hal itu dilakukan untuk penyelamatan finansial perusahaan.

General Manager Hubungan Industrial PT CPP Tbk Maruahal Lumban Gaol mengatakan pada 2013-2016 budidaya udang di perusahaan itu mengalami serangan penyakit yang belum bisa teratasi. Hal itu mengakibatkan kegagalan produksi. "Akibatnya terjadi kerugian berturut-turut terhadap plasma petambak udang dan terhadap perusahaan. Bahkan semua usaha dilakukan untuk mengatasi penyakit udang, namun belum menunjukkan perbaikan,” ujar dia dalam rilisnya, Selasa (15/05/2018).



Diakuinya, hingga akhir 2016 kondisi perusahaan semakin berat. Perusahaan tidak mampu membayar semua kewajiban dan terancam tidak dapat melangsungkan usaha. “Perusahaan terpaksa melakukan penyelamatan perusahaan dengan melakukan pemutusan hubungan kemitraan dengan plasma petambak udang. Selain juga merubah pola Kemitraan baru dan terpaksa pula harus melakukan pengurangan karyawan secara bertahap," katanya.

Maru memastikan, proses pengurangan karyawan dilakukan sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku dibidang ketenagakerjaan. Sebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja, pihak manajemen telah mensosialisasikan kondisi financial Perusahaan ke seluruh karyawan. Sosialisasi dilakukan secara terbuka melalui Divisi/Bisnis Unit dan bagaimana cara perusahaan mengatasinya.

Selain itu, tambah Maru, manajemen juga telah mengomunikasikan kondisi perusahaan kepada pihak internal dan eksternal baik secara lisan dan atau surat.Sementara itu, kata dia, beberapa mantan karyawan yang di-PHK meskipun telah menerima pembayaran PHK sesuai PB mencoba mempersoalkan hak PHK- nya. "Permasalahan ini sudah diproses sesuai mekanisme hukum di PHI," kata dia.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR