Texas (Lampost.co) -- Badai Harvey kini merambat sampai ke Lousiana. Badai semakin luas usai menewaskan setidaknya 35 orang di Houston. Badai telah memaksa lebih dari 32 ribu orang masuk ke penampungan sejak Jumat pekan lalu.

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (AS) menyebutkan badai melemah pada Rabu malam, namun diperingatkan jika bencana dan banjir masih akan berlangsung. Mereka menambahkan kalau Harvey akan mulai melebar ke Louisiana.



"Bencana dan banjir yang mengancam kehidupan tetap akan berlanjut di Houston, Beaumont, Port Arthur dan akan merambah ke timur dan barat daya Louisiana selama sisa minggu ini," ujar Pusat Badai Nasional AS, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis, 31 Agustus 2017.

Korban Badai Harvey beragam, termasuk pasangan suami istri yang tenggelam saat mengemudi di dekat Simonton, Texas. Selain itu, televisi lokal menyebutkan seorang bayi perempuan tersapu usai orang tuanya keluar dari mobil bak terbuka mereka di dekat New Waverly. Orangtuanya diketahui membawa bayi itu melintasi air yang deras.

Sementara itu polisi di Harris menyebutkan 17 orang masih dinyatakan hilang.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan para WNI korban banjir Houston tersebut telah dievakuasi. Iqbal menuturkan, sebagian dari para WNI ini telah dievakuasi ke beberapa shelter setempat, seperti gereja, masjid Indonesia, dan sebagian lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah sesama WNI yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggal mereka.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga meminta agar Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Houston terus berkomunikasi dengan para WNI agar dapat memantau situasi mereka dari waktu ke waktu.

KJRI Houston juga memanfaatkan shelter yang ada di gedung KJRI sebagai tempat penampungan sementara untuk para WNI korban banjir.

"Hingga kemarin terdapat lima WNI ditampung di shelter KJRI. Mereka dalam perjalanan menuju kota lain dan terjebak akibat badai," ujar Iqbal lewat keterangan tertulis yang diterima MTVN, Kamis, 31 Agustus 2017.

KJRI Houston telah membentuk Satgas Penanganan WNI Bencana Badai Harvey dengan melibatkan seluruh staf KJRI dan tokoh-tokoh masyarakat. Tujuan satgas dibentuk untuk memberikan bantuan kepada WNI selama dan pasca badai.

Para diaspora di wilayah kerja KJRI Houston juga  berupaya menghimpun dana untuk membantu masyarakat dan diaspora Indonesia yang membutuhkan melalui media sosial  Facebook dengan akun Gofundme.

Dari data Kementerian Luar Negeri, WNI yang berada di Texas sekitar 9.137 orang. Kondisi mereka dikabarkan dalam keadaan baik.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR