MENGGALA (Lampost.co) -- Nazari Tapana balita berusia 3 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa, akibat terseret arus banjir yang menggenangi Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Minggu (24/2/2019).

Jasad Nazari, bocah perempuan buah hati Edi Sahrudi Zahri warga Jalan Cemara, Lingkungan Gunungsakti, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, berhasil ditemukan selang dua jam kemudian.



Setelah upaya pencairan yang dilakukan warga, dibantu personel BPBD kabupaten setempat. Namun sayang, nyawa putri bungsu dari lima bersaudara itu tidak dapat tertolong.

Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli mengatakan, peristiwa tenggelamnya Nazari terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Awalnya, Nazari datang bersama orang tuanya. Mereka hendak berkunjung ke rumah kerabatnya yang mengalami kebanjiran.

Setibanya di lokasi, ayah korban lalu berbincang-bincang dengan kerabatnya yang terkena banjir. Sementara, Nazari dibiarkan bermain air dibawah rumah bersama anak-anak lain. "Berselang 10 menit kemudian, terdengarlah suara teriakan minta tolong dari teman-teman bermain korban. Ayah korban dan pamannya yang mendengar teriakan langsung berusaha mencari korban yang sudah hilang terseret arus luapan sungai," ujarnya.

Usah pencarian tidak membuahkan hasil, lalu pihak keluarga meminta bantuan BPBD dan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian. "Setelah dilakukan pencarian selama 2 jam, akhirnya korban berhasil ditemukan oleh Junaidi yang merupakan pamannya dalam keadaan meninggal dunia," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR