SUKADANA (Lampost.co)--Dua wanita tersangka pelaku dugaan kasus bisnis prostitusi anak di bawah umur yang ditangkap jajaran Polsek Raman Utara, PI (36) dan BV (21), ternyata adalah ibu dan anak.

Tindak tanduk PI dan putrinya BV yang berstatus mahasiswi itu, memang sudah sejak beberapa waktu terakhir dicurigai oleh warga di sekitar kediaman mereka di Desa Ratnadaya, Kecamatan Raman Utara.



Salah seorang warga Desa Ratnadaya, Kecamatan Raman Utara yang enggan disebut namanya, Jumat (11/1/2019), kepada lampost.co, mengatakan PI dan BV dikenal warga merupakan ibu dan anak.

PI sendiri sebenarnya bukan asli warga Desa Ratnadaya. Dia menjadi warga desa tersebut setelah dipersunting oleh lelaki dari Desa Ratnadaya, Kecamatan Ramanutara. Sebelumnya, kata warga tersebut, tingkah laku PI biasa-biasa saja. Namun, sejak putrinya tumbuh remaja barulah mulai berubah.

Kecurigaan warga desa itu terbukti, manakala PI dan BV ditangkap jajaran Polsek Raman Utara pada Selasa (8/1/2019).

Namun, yang sangat mengejutkan warga, ternyata korban dari bisnis prostitusi itu merupakan tiga anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar.

“Kami benar-benar enggak menyangka kalau korbannya anak di bawah umur yang masih berstatus anak sekolah, kasihan anak-anak itu, kok ya tega-teganya PI dan BV melakukan hal seperti itu, apalagi l BV itu kan seorang mahasiswi kok perbuatannya bejat seperti itu ya,” kata warga itu lagi.

Camat Raman Utara Adenan mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya warga Kecamatan Raman Utara, agar selalu aktif membimbing dan mengawasi putra-putri mereka dalam pergaulan sehari-hari di mana pun dalam suasana apa pun.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR