GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Keluarga tiga tersangka kasus pungutan liar (pungli) dengan cara pemotongan dana jaspel di Puskesmas Rumbia Lampung Tengah mengajukan penangguhan penahanan. Hal itu sebagai langkah hukum awal yang dilakukan pihak keluarga bersama-sama dengan Pemkab Lamteng.

Plt. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Selasa (3/42018) mengatakan pihaknya telah bertemu dan berbicara dengan Polres Lamteng. Hasil komunikasi tersebut, pihak keluarga mengajukan penangguhan penahanan dengan sepengetahuan Plt. Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan setempat.



Tujuan penangguhan ini menurut Loekman untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. "Kami hanya mengetahui, yang mengajukan dan penjaminnya tetap keluarga mereka," kata Loekman.

Hal lain, menurut Loekman, Polres telah menjelaskan bahwa pungutan itu tetap melanggar hukum. Tetapi lanjutnya, sisi kemanusiaan tetap harus juga dipertimbangkan. Karena itu, khusus kasus Rumbia nantinya akan ada langkah hukum lanjutan, setelah pengajuan penahanan.

Baca Juga :

Pemkab Lamteng Diminta Pikirkan Nasib TKS

Terkait kemungkinan masalah ini melebar ke puskesmas-puskesmas yang lain dan untuk membahas nasib ratusan TKS di 39 puskesmas dan 119 pustu, akan dicarikan solusinya. Sebab pemotongan jaspel tidak diperbolehkan secara hukum. "Kamis nanti kami adakan pertemuan dengan semua puskes. Nanti kami carikan jalan keluar," kata Loekman.

Sementara itu, Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi menyatakan proses hukum terhadap tiga tersangka itu tetap berlanjut. Sedangkan untuk penangguhan penahanan, nanti akan diputuskan oleh penyidik. Pertimbangannya adalah apakah ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya kembali atau tidak. Pengajuan penangguhan penahanan adalah hak tersangka atau keluarga. Sedangkan diperbolehkan atau tidak, terserah penyidik.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR