Las Vegas (Lampost.co) -- Korban tewas penembakan brutal di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) menjadi 59 orang dan 527 lainnya terluka. 

"Korban tewas sudah mencapai 59 orang, dan dikhawatirkan akan bertambah," kata seorang polisi Las Vegas, dikutip dari AFP, Selasa (3/10/2017).



Seseorang tergeletak di tanah yang dipenuhi darah dalam festival musik Route 91 usai terjadinya penembakan di Las Vegas, Nevada

Pelaku penembakan adalah Stephen Paddock yang melepaskan tembakan beruntun dari lantai 32 sekitar pukul 22.00 malam, waktu setempat.

Insiden ini terjadi di konser musik bertajuk Route 91 Harvest di samping Hotel Mandalay Bay. Bahkan, dilaporkan bahwa Paddock sempat mengganti amunisinya yang habis untuk kemudian kembali melepaskan senjata secara membabi-buta.

Usai menembaki orang-orang, Paddock bunuh diri dan ditemukan di kamar hotelnya. Tak hanya itu, polisi juga menemukan setidaknya 16 senapan dan beberapa senjata api di kamar hotelnya.

"Kami juga menemukan ribuan amunisi di rumahnya di Mesquite," lanjut dia.

Menurut laporan, Paddock, 64 tahun, adalah seorang mantan akuntan dan pilot swasta berlisensi. Ia juga tak memiliki catatan kriminal.

Namun, kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini dan mengklaim Paddock adalah militannya.

"Ia masuk Islam beberapa bulan lalu," sebut pernyataan ISIS dari kantor berita Amaq.

Namun, FBI mentakan bahwa mereka tak menemukan Paddock berafiliasi dengan kelompok teroris dan menyebutkan bahwa dia psikopat tunggal.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR