PROSES pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah pada dasarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bukan sebaliknya, merugikan rakyat. Setiap pembangunan bersandar pada prinsip transparansi dan akuntabilitas dan bebas pungli.

Adanya pembangunan jalan tol trans-Sumatera dan peningkatan kualitas Pelabuhan Bakauheni—Merak tentu akan memacu derap ekonomi masyarakat. Ditambah lagi dengan kreativitas dan kemajuan teknologi yang makin mutakhir bisa mengurangi praktik kerumitan dan pungutan liar.



Terbaru, PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan sistem pembelian tiket kapal menggunakan uang elektronik di Pelabuhan Bakauheni—Merak mulai Rabu (16/8). Sistem tiket baru tersebut memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih mudah, cepat, aman, nyaman, dan transparan.

Sistem pembayaran nontunai (cashless) dalam pembelian tiket feri itu bisa didapatkan melalui empat bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara, yakni Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), E-Money (Bank Mandiri), dan BLink (BTN). Penerapan tiket elektronik (tiket-el) ini bagian dari Gerakan Nasional Nontunai.

Tahap awal penerapan sistem pembayaran nontunai berlaku bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat kecil (golongan IV). Ini tentu gebrakan bagus. Dengan menggunakan uang elektronik, pengguna jasa akan lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman dalam melakukan pembayaran tiket feri. Durasi transaksi cashless hanya 30—35 detik. Lebih cepat karena tidak ada pengembalian uang.

Publik berharap metode pembayaran cashless mengoptimalkan pendapatan penyeberangan, akurasi manifes, dan catatan data transaksi keuangan menjadi lebih valid. Dengan program nontunai pengguna jasa dapat menikmati pembayaran tiket dengan lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Kita tentu mengapresiasi perubahan sistem pembayaran yang dilakukan PT ASDP. Sistem itu diharapkan dapat membuat kita makin terbiasa dengan transaksi digital. Manifes tercatat tepat waktu dan juga terpenuhi aspek regulasinya.

Penerapan sistem pembayaran nontunai yang mendukung regulasi pemerintah itu tertuang dalam SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor: 1272/AP.005/DRJD/2018 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan secara Elektronik.

Penerapan sistem tiket elektronik melengkapi pembaruan dalam sistem penyeberangan Bakauheni—Merak. Tahun ini pemerintah membangun dua dermaga eksekutif di Bakauheni untuk memperlancar distribusi orang dan barang.

Dermaga yang akan menghubungkan Dermaga VII Bakauheni dan Dermaga VII Merak itu memiliki fasilitas premium, seperti pasar swalayan dan hotel, serta hanya melayani kendaraan pribadi dan pejalan kaki. Kapalnya pun juga baru, di atas 5.000 gross tonnage.

Mempermudah cara pembayaran akan lebih bijak ketimbang tetap bertahan dengan cara-cara kuno. Sudah saatnya semuanya menggunakan nontunai agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan cepat dan akuntabel.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR