GUNUNGSUGIH (Lampost.co) -- Terobosan yang digagas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Tengah membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun 2018, PAD yang terkumpul dari dinas tersebut sudah melampaui target.

Kepala DPMPTSP Lamteng A.Helmi, Rabu (11/7/2018), mengatakan ada beberapa terobosan yang dilakukan pihak DPMPTSP Lamteng sejak Oktober 2017 tahun lalu. Pada 2018 terobosan-terobosan itu sudah membuahkan hasil.



Menurut Helmi, sesuai perda APBD,  DPMPTSP Lamteng ditargetkan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga satu miliar lebih. Pendapatan itu diproyeksikan dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang besarannya sudah ditentukan melalui Perbup.

"Kami sudah melampaui target PAD tahun ini yang ditetapkan lebih dari 1 miliar. Pada pertengahan ini sudah 132 persen," kata dia.

Helmi menjelaskan pengurusan perijinan untuk usaha seperti SIUP, SITU memang gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali. Tetapi khusus IMB, ada ketentuan biaya berdasarkan Perbup.

"Jadi bukan ijin usahanya yang bayar, karena memang digratiskan. Kalau IMB ada ketentuan biaya sesuai perbup," terang Helmi.

Adanya terobosan berupa pelayanan online dan jemput bola, menurut Helmi, mampu mendorong para pelaku usaha mengurus izin usahanya.

"Sekarang urus izin bisa online. Kami juga membuka pelayanan di kecamatan-kecamatan secara bergantian untuk jemput bola. Itu membuat pemohon meningkat dan target PAD juga tercapai," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR