BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Seseorang yang mengalami kepikunan biasanya identik dengan usia lanjut, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada usia muda. 

Dokter penyakit saraf di RSUDAM zam Zanariah mengungkapkan, Demensia atau pikun merupakan kondisi ketika seseorang butuh waktu lebih lama untuk mengingat atau lupa apa yang mereka lakukan sebelumnya.



Seiring bertambahnya usia, perubahan muncul di semua bagian tubuh termasuk otak, pikun adalah kondisi yang biasanya terjadi akibat proses penuaan.

" Dalam dunia medis pikun merupakan salah satu gejala penyakit Demensia," papar Zam. 

Menurutnya, kondisi tersebut paling sering dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Meski begitu, beberapa orang muda juga bisa saja mengalami pikun. Pikun pada orang muda biasanya disebabkan karena cedera kepala dan trauma psikologis parah, tambahnya 

Adapun tanda-tanda demensia seperti sering menanyakan hal yang sama berulang kali, sering tersesat di tempat yang sudah lama dikenalinya, tidak bisa mengingat dan mengikuti aturan, bingung tentang waktu, orang, dan tempat serta lupa langkah-langkah untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, mandi, pakai sepatu, dan berpakaian.

Selain itu, penyebab pinkun karena fungsi memori otak sangat rumit karena hampir terlibat pada semua aktivitas otak. 

Oleh sebab itu, cedera yang memengaruhi kepala dan otak dapat mengganggu ingatan. Penyakit pikun mungkin merupakan akibat kerusakan struktur sistem sinyal otak (sistem yang mengendalikan emosi dan ingatan). Kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan otak atau penyakit saraf.

Sedangkan cara yang bisa mengatasi pikun salah satunya dengan mengunjungi dokter secara teratur. Latihan otak dengan mengembangkan hobi dan minat baru, dan membuat daftar aktivitas, gunakan catatan, kalender, dan pengingat yang membantu ingatan lainnya.

"Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik," tutup Zam.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR