BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polsek Padang Cermin, Polres Pesawaran menangkap 4 pelaku pengedar uang palsu, di desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Minggu, 8 September 2019.

Pelaku yakni, Hamzah Sad (23), Jihad Somad (30), Hamdan (26), ketiganya warga Tanjung Kemala, Desa Tanjung Kemala, Pubian, Lampung Tengah dan ketiganya satu keluarga, serta SA (16), juga warga yang sama.



Berita Terkait : 

Belanja Pakai Uang Palsu Empat Orang Ditangkap Polres Pesawaran

 

Mereka membelanjakan uang tersebut ketiga pedagang Yani Lusiana Rusmini dan Marcia warga Pesawaran.

Awalnya anggota memperoleh informasi pada Minggu, 8 September 2019 sekira jam 08.30 wib. Informasi berasal dari warga desa Ceringin Asri,  Way Ratay, Pesawaran adanya pengedar uang palsu yang dilakukan dgn cara berbelanja ke warung untuk membeli rokok.

"Setelah pelaku pergi  korban mengetahui uang yg d berikan tersebut palsu, lalu korban beserta masyarakat dan pihak kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku dan para pelaku tertangkap," ujar Kapolsek Padang Cermin Iptu Syamsu Rizal melalui Kanit Reskrim Ipda apri Sampanuju.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa, uang Palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 10 lembar, uang palsu pecahan Rp20 ribu sebanyak 57 lembar, uang palsu pecahan Rp5.000 sebanyak 16 lembar, tiga buah dompet 1 unit handphone merek Nokia + sim card, casing warna hitam, 1buah tas selempang warna hitam, 1 unit R4 Grand Max pick up BE 8264 RM warna hitam dan 1 (satu) buah buku kir, Rokok Sriwedari sebanyak 9 bungkus, Rokok Gudang Garam Surya sebanyak 8 bungkus, Rokok Gudang Garam Filter sebanyak 2 bungkus,  Rokok Gudang Garam Jaya sebanyak 1 bungkus.

Selain itu didapat uang asli dari hasil kejahatan, uang pecahan senilai Rp20 ribu  sebanyak 5 lembar, uang pecahan senilai Rp10 ribu  sebanyak 10 lembar, uang pecahan senilai Rp5.000 sebanyak 52 lembar, Uang pecahan senilai Rp2.000 sebanyak 67 lembar, Uang pecahan senilai Rp1.000 sebanyak 10 lembar.

"Asal uang palsu didalami dan dikembangkan," katanya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR