LIWA (Lampost.co) -- Warga Pekon Kenali, mengeluhkan pembangunan jalan lingkungan, tepatnya di belakang Kantor Camat Belalau, Lampung Barat. Pasalnya, aspal yang menutup jalan sepanjang 400 meter itu terlihat tipis.

Pengaspalan jalan menggunakan sistem latasir. Tapi, hasilnya jauh dari memuaskan. Buktinya, belum lama diaspal, jalan sudah kembali bolong di sana sini.



Ada kecurigaan, material pengaspalan tak sesuai kebutuhan. Anggota DPRD Lampung Barat Erwin Suhendra, Senin, 26 Agustus 2019, mengatakan, pembangunan jalan dengan cara latasir tetap harus memenuhi standar.

Menurut Erwin, standar ketebalan aspal pada jalan latasir rata-rata 2 - 2,5 sentimeter. Sementara, tambah dia, ketebalan aspal jalan di belakang Kantor Camat Belalau, tak lebih dari 1 sentimeter.

Erwin meminta, Dinas PU jangan asal menerima PHO tanpa turun ke lapangan. Pemborong proyek juga jangan `nakal`.

Kemudian kedepan terutama untuk pembangunan jalan maupun proyek pembangunan lainya harus mengutamakan mutu dan kualitas. Apalagi hasilnya adalah untuk dinikmati oleh masyarakat Lambar sendiri. 

"Pada prinsipnya untuk yang rusak bisa diperbaiki tapi kalau hanya ditambal saja justru itu tidak akan menyelesaikan masalah. Karena yang kita inginkan adalah kualitasnya agar kedepan hasilnya bisa bertahan lama," kata Erwin.

Menurutnya, jika hasil pembangunan sejak diawalnya sudah tidak bermutu maka hasilnya tidak akan bertahan sampai lama dan yang dirugikan adalah masyarakat juga.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR