BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lantaran terlibat adu pukul, pria bernama Yansori Zaini (51) Warga Korpri Sukarame melaporkan petugas Rumah Sakit Abdul Moeloek, ke Mapolresta Bandar Lampung atas dugaan penganiayaan.
Kepada awak media, Yansori mengaku dirinya dan anaknya Febrima dianiaya oleh para petugas, pada Selasa siang (27/3/2018) di ruang IGD.

Awalnya karena resah, dan tak kunjung sembuh karena sang istri mengalami sakit benjolan di salah satu bagian tubuhnya, ia membawa sang istri dirawat di rumah sakit plat merah tersebut.
Kemudian, istrinya sempat ditolak karena tidak ada rujukan, padahal ia mengaku istrinya butuh segera dirawat.
"Ya saya kalau ngomong kayak gini, sempat enggak boleh, kan istri saya sakit. Entah kenapa istri saya keluar dari IGD," kata Yansori di Mapolresta Bandar Lampung, Selada (27/3/2018).
Selanjutnya tiba-tiba perawat bernama Fery marah dan memukul dirinya beserta anaknya. Kemudian terjadilah saling pukul tersebut.
"Anak saya dipukul juga pake lempengan, dan ini lagi visum, " katanya.
Kemudian Ansori mengaku sempat diajak ke dalam sebuah ruangan untuk di mediasi, namun tidak ada kejelasan dan pihak rumah Sakit juga hendak melapor.
"Saya kan khawatir istri saya, akhirnya saya pindahin aja ke Advent, bukan nggak ada rujukan, tapi kan orang sakit Harus segera dirawat," katanya.
Terpisah Humas RSUDAM, Ahmad Sapri, membantah hal tersebut. Menurutnya, justru Feri, pegawai IGD yang dikeroyok oleh Yansori dan tiga keluarganya hingga mengalami luka-luka.
Sapri menjelaskan, korban datang dengan emosi dan marah-marah sehingga ditegur oleh perawat. Namun malah mendapat pemukulan. "Dari datang aja udah marah-marah," ujarnya kepada lampost.co.
Sapri juga membantah kalau ada penolakan. Sejak awal pasien tersebut bukan pasien rujukan, sehingga secara SOP harus mendaftar melalui poliklinik. Akan tetapi, pihak rumah Sakit menurutinya, dan sang istri akan dirawat.
"Istrinya aja enggak kita tolak, udah ada kartu pasien, mau dipasang selang infus, tapi tiba-tiba ribut," katanya.
Usai kejadian tersebut mediasi sempat dilakukan antara kedua belah pihak, namun karena tak ada titik temu, akhirnya Yansori dilaporkan ke polisi.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR