PANARAGAN (Lampost.co)--Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) panitia pengawas pemilu (Panwaslu) kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melakukan pemanggilan terhadap Diyono, Kepala Tiyuh Jayamurni, Kecamatan Gunungagung di kantor Panwaslu Tubaba.

Kepala tiyuh tersebut diduga terlibat dalam acara kampanye dialogis (tatap muka) pasangan gubernur dan wakil gubernur provinsi Lampung nomor urut dua Herman HN dan Sutono, di dusun Umbul Timun tiyuh Mercubuana kecamatan Way Kenanga, pada tanggal 25 Mei 2018. 
Klarifikasi terhadap terduga di pimpin oleh ketua Panwaslu Tubaba, Midiyan, dan di dampingi oleh Komisioner Panwaslu setempat lainya, anggota gakkundu terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan dan sejumlah saksi saksi di hadirkan. 
Midiyan, yang juga ketua Penasehat gakkundu Tubaba menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap terduga dan para saksi, tersangka telah melanggar ketentuan pasal 71 ayat (1) Jo.Pasal 188 Undang - Undang Namor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.



"Bahwa pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/POLRI, dan kepala desa atau sebutan lain/Lurah dilarang mebuat keputusan dan/ atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon, "ujarnya. 
Adapun Ancaman Dari Pasal 71 ayat (1) Jo" Pasal 188 Undang - Undang Namor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2014 adalah dipidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah). 
"Atas dasar tersebut kami limpahkan kasus ini ke proses yang lebih tinggi, " kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR