JAKARTA (Lampost.co)--Malang benar nasib Zulfadli (35). Pria asal Padang yang berprofesi sebagai sopir taksi berlogo burung biru itu, ditemukan tewas gantung diri di rumah indekos kawasan Mampang Prapatan VII, RT 05 RW 06, Gang Perjuangan, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan. 

Zul, sapaan akrabnya, ditemukan tewas gantung diri tidak jauh dari gudang atau mes perusahan taksi tempat dia bekerja. Zul dan karyawan lainnya biasa beristirahat di mes perusahaan tersebut. Namun, Minggu (10/2/2019) malam, dia mendatangi indekos temannya, Nardi (22). 



Indekos Nardi berada di lantai II Gang Perjuangan, Jalan Mampang Prapatan VII, RT 05/RW06 Kelurahan Tegal Parang. Akses ke indekos itu hanya bisa dilalui sepeda motor dan sejumlah indekos-indekos yang ada di sana milik ketua RT setempat. 

Kepada Nardi, Zul menumpang menginap di indekosan, dia beralasan tidak bisa tidur di mes karyawan. Tanpa obrolan panjang, malam itu Nardi meninggalkan Zul di kamarnya untuk berangkat kerja. 

Di perusahaan yang sama, Nardi berprofesi sebagai tukang cuci mobil. Senin (11/2/2019), sekitar pukul 09.00, sekembalinya dari kerja kamar indekos dalam kondisi terkunci.

Nardi mencoba memanggil Zul dan menggedor pintu indekos tapi tidak ada jawaban. Karena merasa ada yang tidak beres, Nardi mendobrak pintu indekos dan menemukan Zul sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung di utas tali. 
 
Tetangga indekosan korban, Musrunah (60), mengetahui peristiwa itu, setelah penghuni indekos melaporkan ke Ketua RT H Ngadimin, sekaligus pemilik indekos tersebut.

"Iya, si penyewa manggil Pak RT, makanya jadi pada rame, katanya ada yang meninggal di atas," kata Musrunah, Rabu (13/2/2019). 

Musrunah menjelaskan indekos yang berada di gang itu memang kebanyakan dihuni oleh karyawan atau pekerja sehingga mulai pagi sampai sore indekos-indekos itu sepi. "Kalau jam segini sepi, kan pada kerja. Pada aktivitas masing-masing," sebutnya. 

Sebelum peristiwa gantung diri itu, Musrunah mengatakan tidak ada tanda-tanda keributan atau hal yang mencurigakan di gang tersebut. 
"Enggak ada keributan apa-apa ya, tahunya saja pas sudah rame di atas," paparnya. 

Seorang tetangga lainya, Khairul (45) mengatakan tidak pernah melihat sosok Zul. Apalagi dia diketahui tinggal bersama istrinya di Kampung Waru, Parung, Bogor. Menurutnya, sebelumnya kejadian ada warga yang melihat korban menuju indekos itu.

"Enngak kenal, saya taunya yang indekos di situ banyak karyawan taksi, tetapi kalau ada yang lewat pasti tetap negur, iya," sebutnya.

Khairul yang saat kejadian berada di pos RW, langsung ikutan menuju lokasi kejadian. Menurutnya, kondisi Zul saat ditemukan masih mengunakan pakai lengkap dengan leher terjerat.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Anton Prihartono menyebut, dari keterangan saksi, korban mendatangi indekosan dalam kondisi sehat.

"Korban juga tidak menunjukan perilaku aneh serta tidak menceritakan keluh kesah," kata Anton.

Dari hasil olah TKP Kepolisian Sektor Mampang, korban meninggal akibat gantung diri dengan seutas tali di pintu mandi indekosan.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," paparnya.

Sejauh pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait motif bunuh diri korban yang diduga akibat terjerat pinjam online tersebut.

Di dalam kamar indekosan, polisi juga menemukan surat wasiat yang tertulis di kertas, korban meminta maaf telah banyak menyusahkan orang. Bahkan, aksi nekatnya dilatarbelakangi permasalahan ekonomi dan terjerat utang piutang online

"Wahai para rentenir online, kita bertemu nanti di alam sana. Jangan pernah ada yang bayar utang online saya karena hanya saya yang terlibat. Tidak ada orang lain yang terlibat kecuali saya," tulisan Zul. 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR