KALIANDA (Lampost.co)--Sejak pagi hingga siang hari, letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) terdeteksi sebanyak 19 kali dengan hembusan vulkanik sebanyak empat kali, Jumat (4/1/2019).

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih, dan kelabu dengan intensitas tebal serta tinggi 500—1.500 meter di atas puncak kawah.



Meski suara dentuman atau gemuruh sudah tidak terdengar, GAK masih terus beraktivitas mengeluarkan energinya. 

"Dibandingkan dini hari hingga pagi, jumlah letusan lebih banyak terdeteksi siang ini," kata petugas pos pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, kepada lampost.co, Jumat (4/1/2019). 

Tercatat dari alat deteksi yang terpasang di Pulau Sertung, pukul 00.00—06.00, jumlah letusan sebanyak 13 kali, dengan amplitudo 15—22 mm, durasi: 40—110 detik. Sedangkan hembusan sebanyak lima kali, dengan amplitudo 14—21 mm, durasi: 35—65 detik. 

Dari pukul 06.00—12.00 ini, jumlah letusan sebanyak 19 kali, dengan amplitudo 13—24 mm, durasi: 40—134 detik. Untuk jumlah hembusan sebanyak empat kali, dengan amplitudo 12—20 mm, durasi: 50—85 detik. 

"Untuk gempa tremor masih terjadi terus-menerus dengan amplitudo 2—14 mm, dominan 7 mm," ujarnya.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR