KALIANDA (Lampos.co) -- Terduga teroris berinisial WH (33) yang diringkus densus 88 di RT 18/07, Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan, Jumat (13/7) sore, dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga.

Nasrul, pemilik kontrakan mengatakan dari awal terduga akan menyewakan kontrakan miliknya, memang sudah menaruh kecurigaan karena sifatnya berbeda seperti kebanyakan orang.



"Emang dari awal saya curiga, tetapi kan tidak menyangka begini, ternyata dia ditangkap densus, terkait dugaan jaringan teroris," kata Nasrul, Jumat (13/07) malam.

Dia menjelaskan, bahwa terduga teroris yang menyewa kontrakan miliknya tersebut orangnya tertutup tidak pernah bergaul dengan tetangga bahkan dengan dirinya sebagai pemilik kontrakan.

"Orangnya memang tertutup, saya saja hanya dua kali bertemu orangnya, awal ketika mau nyewa kontrakan dan saat lebaran Idul Fitri kemarin, selama 15 bulan dia nyewa kontrakan itu," ujarnya.

Sementara itu, Niasari (34) tetangga terduga mengatakan bahwa terduga dan keluarganya memang tertutup kepada tetangga sekitar.

"Suami-istri tertutup orangnya tidak pernah bergaul, bahkan saya pernah mau bertamu, dilarang masuk ke kontrakannya, orangnya pergi pagi, pulang malam, katanya pekerjaanya dagang, tetapi enggak jelas, dagang di pasar way halim atau di pasar jatimulyo. Kontrakanya selalu tertutup walaupun orangnya ada didalam," katanya. 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR