BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Terduga Teroris yang diamankan Satgas Wilayah Sumbagsel Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Lampung, yakni  H (46) yang tinggal di Dusun Titi Rante, Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan, Senin (25/6/2018) siang ternyata mantan seorang narapidana terorisme (napiter). Hal tersebut diungkapkan oleh Batin Suritno selaku kakak Ipar H.

"Iya, dia pernah dipenjara di Jakarta 6 tahun. Saya kurang paham, tapi katanya kasus teroris di Aceh. Tapi saya juga enggak tahu, tapi dia orangnya baik," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (25/6/2018) di kediamannya.



Dia mengatakan, adik iparnya baru sebulan lebih menumpang sebelum bulan puasa. H membantu dalam menggembala ternak sapi yang ia miliki.

Dia mengatakan dalam proses penangkapan H, ada sekitar 6 orang anggota Densus 88 yang memasuki kediamannya dan melakukan pemeriksaan.

"Kalau bebasnya kurang paha.  2 atau 3 tahun yang lalu, tapi dia pulang katanya ke rumah orang tuanya di Lamtim, terus numpang di sini, saya ya izinin aja," katanya

Batin tak merinci barang bukti yang dibawa oleh Densus, namun ia hanya melihat beberapa benda seperti ponsel, kertas, dan dompet. "Saya enggak paham, tapi di lihat catatan polisi ada 10 item," katanya.

Baca Juga:

Densus 88 Dikabarkan Kembali Amankan Terduga Teroris di Natar

Dirintelkam Polda Lampung Amran Ampulembang membenarkan penangkapan tersebut, namun tak bisa merinci barang bukti yang diamankan.

Amran juga membenarkan kalau pengamanan H, berdasarkan dugan adanya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang kerap diamankan belakangan ini. "Ya masih seputar itu, jadi kami masih klarifikasi," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Suntana mengatakan sudah melakukan pengawasan terhadap terduga teroris yang ada di Lampung. "Kita sudah punya kantung-kantung dimana mereka akan melakukan kegiatan di Lampung," ujarnya di Mapolda, Senin (25/6/2018).

Akan tetapi Suntana tak merinci, jumlah terduga dan dimana saja lokasinya. Polda Lampung bersama Densus 88 Mabes Polri, menggunakan data BNPT sebagai acuan melakukan pencegahan, pemeriksaan, pengawasan hingga penindakan. "Semua wilayah berpotensi, data BNPT acuan kita," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR