Jakarta (Lampost.co) -- Polisi membenarkan terduga teroris berinisial MJ (32) warga asal Tanggamus, meninggal. MJ sebelumnya ditangkap Densus 88 Antiteror di Indramayu, Jawa Barat.

Baca juga: Polisi Tangkap Suami Istri Terduga Teroris di Indramayu



"Saya mendengar bahwa ada kasus tersebut, penangkapan, kemudian meninggal dan dimakamkan di Lampung," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Setyo belum bisa memerinci kronologi lengkap meninggalnya MJ. Termasuk, penyebab tewasnya warga asal Tanggamus, Lampung, itu.

"Benar, saya dapat info itu (MJ). Nanti saya akan konfirmasi lagi ke Densus (detasemen khusus anti teror)," ujarnya.

Kabar meninggalnya MJ beredar di media sosial. Informasi yang beredar, MJ telah dimakamkan di Tanggamus, Sabtu (10/2) lalu.

MJ ditangkap Densus 88 di Jalan Raya Patrol-Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 7 Februari. Ia ditangkap dalam keadaan hidup, bersama istrinya inisial ASN.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menyebut, MJ tinggal bersama mertuanya yang beralamat di Mekarjati, Haurgeulis, Indramayu. Namun, jika merujuk kartu identitas penduduk, MJ beralamat di Desa Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus, Lampung.

"Pekerjaan dagang, penjual es," ujar Martinus.

Martinus mengatakan, hasil penyidikan sementara, MJ aktif dalam kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Ia diduga satu jaringan dengan narapidana teroris Ali Hamka yang saat ini mendekam di LP Cipinang. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR