PESAWARAN (Lampost.co) -- Salah satu terduga teroris yang dikabarkan ditangkap densus 88 di Desa Ponjorejo, dan Desa Gunungrejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, sebelumnya pernah dideportasi dari Turki pada 2016 lalu. 

Kepala Desa Ponjorejo, Wardiyanto saat diwawancarai lampost.co mengatakan, terduga teroris bernama Sarifudin Munir (38) pernah dideportasi dari Turki pada 2016 lalu.



"Kesehariannya bertani mas, hanya saja pada 2016 lalu, MS (38) pernah dideportasi dari Turki," kata Wardiyanto, Jumat (13/7/2018).

Dia menjelaskan, dalam keseharian selain bekerja sebagai petani, tidak ada hal yang aneh, bergaul seperti biasa dengan masyarakat, termasuk salat berjamaah di masjid. 

"Biasa saja bergaulnya mas, kalau ada kumpul warga juga hadir, sering juga hadir salat berjamaah, bahkan diberi kesempatan jadi imam. Dia tidak mengamalkan, tahlil dan yasinan pada malam Jumat," jelasnya.

Dia menambahkan, usai penangkapan kedua warganya, Jumat (13/7/2018) belum ada keterangan resmi dari Polri khususnya Densus 88, apakah yang bersangkutan merupakan jaringan teroris atau bukan. 

"Yang jelas, usai ditangkap belum ada keterangan resmi dari Polri khususnya Densus 88, apakah yang bersangkutan sebagai teroris atau terlibat kasus lainnya, " ujarnya. 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR