GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Terduga anggota JAD di wilayah hukum Lamteng yang ditangkap Densus 88, pada Selasa (7/8/2018), dikenal sebagai pengangguran tertutup.

Penelusuran Lampost.co terduga Anggota JAD, DS tinggal hanya dengan istrinya karena tidak memiliki anak. 
Pekerjaan sehari-hari DS juga tak jelas. Salah satu sumber, yang enggan disebut namanya, mengatakan DS pernah berjualan alas kaki (sandal) di Pasar Poncowarno. Namun sudah lama tidak lagi. Anehnya, lanjut sumber tersebut, meskipun dikenal pengangguran, di rumah DS ditemukan tiga buah laptop. "Itu yang saya tahu. Kebenarannya silakan tanya aparat," kata dia.



Setelah Danir Syahir ditangkap, dikabarkan istrinya terus menangis. Meskipun rumahnya diberi garis polisi, istri DS masih berada di TKP.
"Istrinya masih di rumah itu (TKP). Menangis terus," kata sumber tersebut.

Sebelumnya, Satuan Densus 88 Polda Lampung mengamankan satu orang warga Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo Lamteng yang diduga terlibat jaringan organisasi JAD wilayah hukum Lamteng.

Berita Lampung: Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kalirejo

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pada Selasa (7/8/2018) sekitar pukul 15.50 WIB Densus 88 Polda Lampung mengamankan DS (61), warga Dusun 1, Kampung Poncowarno Kecamatan Kalirejo Lamteng.

Terduga anggota JAD tersebut kini diamankan di Polda Lampung. Sementara situasi di sekitar TKP terkendali. Sejumlah polisi masih mengankan lokasi.

Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi mengatakan selama ini terduga anggota JAD Danir sudah dalam pantauan polisi. Pihak Polres Lamteng juga berkoordinasi dengan Densus. "Sudah dalam pantauan Polres dan kami koordinasi dengan Densus," kata Kapolres.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR