BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, mendakwa terdakwa Sapril Ronie (31) warga Hos Cokroaminoto, Gang Aster 2, Kelurahan Rawa Laut, dengan pidana pasal perdagangan manusia. Hal ini dikatakan Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaannya di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Rabu (16/5/2018).

Jaksa Penuntut Umum Andrianti di persidangan mengungkapkan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pasal 2 Undang-undang RI Nomor 21 tahun 2017, tentang tindak pidana perdagangan manusia.



Perbuatan terdakwa bermula saat saksi yang merupakan anggota polisi mendapat informasi maraknya perdagangan manusia di wilayah Lampung. Atas informasi tersebut, anggota dari kepolisian menyamar ke tempat hiburan karaoke di Bandar Lampung. Saat itu saksi melihat terdakwa tengah menawarkan perempuan terhadap warga negara Indonesia keturunan Tiongkok.

Pada 17 Februari 2018 sekitar pukul 21.00, saksi menghubungi terdakwa dalam percakapan itu terdakwa mengatakan jika dia dapat menyediakan perempuan yang dapat melakukan hubungan badan dengan tarif Rp2 juta per satu kali kencan.

"Saksi mengaku bernama Koko Ikhwan, saat dihubungi terdakwa siap menyediakan perempuan yang bisa melakukan hubungan badan dengan tarif yang dimaksud," katanya.

Selanjutnya terdakwa mengirimkan dua foto perempuan yang ia sediakan melalui ponsel. Kemudian saksi menyetujui dan terdakwa menentukan tempat pertemuan antara saksi, terdakwa dan perempuan yang telah dipersiapkan.

Pada pukul 23.00 terdakwa menghubungi saksi korban Nesa, menawarkan pekerjaan berhubungan badan dengan tarif Rp2 juta per satu orang dengan syarat saksi korban harus menyerahkan membagi uang Rp500 ribu.

"Saksi korban menyanggupi hal tersebut, kemudian dia mengajak saksi korban Wiwik. Wiwik pun bersedia dan mengatakan untuk sama-sama ketemu terdakwa," kata Jaksa.

Sekitar pukul 24.00, lanjut Jaksa, terdakwa dan dua saksi korban berserta saksi dari pihak kepolisan menyepakati untuk bertemu di parkiran salah satu hotel di Bandar Lampung. "Waktu itu terdakwa memperkenalkan saksi Wiwik dan saksi Nesa terhadap calon pelanggan yang tidak lain merupakan saksi dari pihak kepolisan tersebut," katanya.

Terdakwa meminta uang Rp4 juta terhadap saksi, saksi pun memberikan selanjutnya uang tersebut terdakwa ambil Rp1 juta sementara sisa uang Rp3 juta diberikan kepada kedua saksi korban.

"Setelah mendapatkan uang, terdakwa pergi. Kemudian saksi korban beserta saksi dari pihak kepolisan yang melakukan penyamaran menuju hotel di Jalan Gatot Subroto. Selanjutnya saksi menghubungi tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Lampung atas hal tersebut, dan keesokan harinya pelaku ditangkap di sekitaran Saburai, Jalan Tulangbawang," kata Jaksa.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR