BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 10 tahun terhadap 
Nawasih Alias Acing (28) Warga Jalan Imam Bonjol, Gang Mawar Atas, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, lantaran melakukan pencabulan berulang kali terhadap tetangganya sendiri yang berstatus anak dibawah umur berinisial LR (7).

Perbuatan terdakwa kata Hakim Ketua A Lakoni didamping hakim anggota Aslan Ainin dan Fitri Ramadhan, terbukti secara sah meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 81 Ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.



" Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Nawasih Alias Acing dengan pidana penjara selama 10 tahun," kata Hakim Ketua A Lakoni di persidangan Jumat (7/9/2018).

Selain pidana penjara terdakwa juga dibebankan membayar pidana denda sebesar Rp1 Miliar subsider 6 bulan kurungan. Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Supriyanti dipersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang menyebut terdakwa telah berulang kali melakukan tindak pidana pencabulan terhadap saksi korban LR.

Pencabulan yang dilakukan terdakwa terhadap korban bermula pada 5 Maret 2018 sekitar pukul 11.00. Saat itu saksi korban bersama rekanya bermain masak-masakan didekat rumah terdakwa, kemudian terdakwa menarik tangan korban secara paksa untuk masuk kedalam rumah terdakwa. Pada saat itu korban menjerit namun terdakwa menyuruh korban diam korban pun terdiam.

Terdakwa menyuruh korban duduk diatas kasur kemudian terdakwa mengangkat rok yang dikenakan korban saat itu Nawasih Alias Acing rudapaksa anak dibawah umur sekaligus tetangganya itu. "Setelah terdakwa melakukan pencabulan terdakwa menyuruh korban pulang, korban pun pulang dalam keadaan menangis," kata Hakim.

Pencabulan tersebut tidak sampai disitu saja, pada Kamis 8 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 dimana saat itu terdakwa bermain bersama rekannya lagi, saat itu terdakwa kembali menarik tangan korban, lalu kemudian terdakwa menggendong korban masuk kedalam rumah kemudian ditidurkan dikasur, selanjutnya terdakwa kembali mengangkat rok yang dikenakan korban selanjutnya memasukkan kemaluannya secara paksa pada korban.

Bahwa sesuai dengan visum ET repertum dari Rumah Sakit Abdul Moeloek 357/1495.C/VII.02/4.13/III/2018 dengan ditandatangani dokter menyatakan selaput darah korban dinyatakan robek, selain itu ditemukan luka lecet dengan tanda tanda sex belum berkembang.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR