BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sidang perkara kasus korupsi Jalan Sentot Alibas, ruas Jalan Ki Agus Anang, Kota Bandar Lampung, dengan menyeret dua nama tersangka yakni Wilson seroang pegawai negeri sipil (PNS) pada Dinas Pekerjaan Umum sekaligus PPK proyek tersebut, dan Selamet Riadi selaku kontraktor, kembali digelar di persidangan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (9/7/2018).

Ada yang janggal dalam persidangan itu, dimana terdakwa Selamet Riadi selaku kontraktor pekerjaan dengan asiknya memainkan handphone (ponsel) miliknya disaat sidang tengah berlangsung.



Pantauan Lampost.co sepanjang persidangan berlangsung kontraktor ini terus memainkan ponsel miliknya. Saat Hakim Ketua Novian Saputra menanyakan apakah benar apa yang diucapkan para saksi dipersidangan ini, kedua terdakwa hanya mengangguk.

Seusai sidang, Selamet Riadi saat ditanya apakah bapak tidak tahu jika memainkan ponsel saat sidang berlangsung tidak diperbolehkan. Terdakwa terdiam kemudian Slamat Riadi tertawa keras. "Saya tidak tahu ada aturan begitu," jawabnya singkat sembari senyum-senyum.

Kedua terdakwa yang di sidang itu pun diketahui sejak ditetapkannya tersangka dan tidak pernah dilakukan penahanan alias tahanan kota. Padahal keduanya sudah lebih dari satu tahun di selidik dan ditetapkan oleh Kejari Bandar Lampung sebagai tersangka.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR