Bandar Lampung (Lampost.co): Terbukti melakukan pembunuhan Aldi Saputra (23) warga Kelurahan Serengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung divonis 13 tahun penjara di PN Tanjungkarang,  Bandar Lampung.

Jaksa penuntut umum,  (PjU), Gilar dalam dakwaannya menyatakan terdakwa Aldi Saputra terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.



"Perbuatan terdakwa melanggar pasal 338 KUHP tentang penbunuhan  maka terdakwa dituntut selama 13 tahun penjara," kata Gilar,  Rabu 09 Oktober 2019.

Dalalm membacakan dakwaan, JPU juga telah mempertimbangkan hal hal yang memberatkn perbuatan terdakwa mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain dan terdakwa juga sudah pernah dihukum dan hal yang meri ngankan terdakwa yaitu berlaku sopan dalam persidangan.

Untuk diketahui korban Hengki Saputra bersama dengan saksi yakni Frandika, Dedi Irawan,Rangga Saputra, Andi Hariyanto mengunjungi pasar malam lapangan Baruna Panjang pada 23 Desember 2015 pukul 22.30 Wib.

Saat itu terdakwa datang dan tiba- tiba memukul jok motor dan berkata “Ngapain ganggu bini gw”, lalu saksi Wulan Sari langsung menjawab “Apaan kamu Yud” dan saksi korban Fran dika menjawab “nggak bang”. Terdakwa langsung marah dan berkata “Udah jadi jagoan kamu,”.

Lalu terdakwa langsung mengabil pisau yang sudah dibawanya dan dengan membabi buta menghunuskan pisau mengenai punggung sebelah kanan saksi Frandika. Kemudian mengenai punggung sebelah kiri saksi Dedi Irawan, mengenai bahu sebelah kiri saksi Rangga Saputra, kemudian mengenai punggung sebelah kanan dan kiri saksi Andi Hariyanto kemudian menghunuskan pisau lagi mengenai perut korban Hengki Saputra.


Korban Hengki Saputra langsung memegangi perutnya yang berlumuran darah dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Sementara terdakwa melarikan diri ke pinggir pantai membuang pisau yang digunakan untuk menusuk korban dan membuang pakaian yang digunakan saat melakukan penusukan. Terdakwa menjadi DPO kemudian ditangkap dalam  kasus berbeda hingga terungkap kasus pembunuhan tersebut. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR