KRUI (Lampost) -- Hingga kini, pembangunan kantor Kecamatan Pulau Pisang yang dilaksanakan di Pekon Bandar Dalam, tidak kunjung selesai. Sehingga tidak bisa digunakan oleh aparat kecamatan setempat untuk berkantor.

Camat Pulau Pisang Mizwar mengatakan hingga kini pihaknya masih menyewa rumah warga yang digunakan sebagai kantor, sedangkan kantor kecamatan yang dibangun tahun 2015 lalu hingga kini tak kunjung selesai.



“Hingga kini kami masih menyewa rumah untuk melaksanakan tuga kami sehari-hari sebagai aparat kecamatan di Pulau Pisang, sedangkan kantor kecamatan yang dibangun tahun 2015 lalu kini kondisinya terbangkalai,” kata dia, Senin (9/7/2018).

Dijelaskannya, pembangunan kanto kecamatan itu tidak selesai disebabkan pemutusan kontrak dengan rekanan yang melaksanakan pembangunan, namun pihaknya tidak mengetahui persis mengapa kantor itu hingga kini tidak dilanjutkan.

“Dalam pembangunan kantor Kecamatan itu sempat dilakukan pemutusan kontrak oleh Pemkab kepada rekanan, namun hingga kini tidak ada rekanan lagi yang melanjutkan pembangunannya dan sekarang kondisinya terbangkalai,” jelasnya.

Hingga kini bangunan kantor camat yang belum selesai itu dalam keadan terkunci, dan masih banyak bagian kantor kecamatan yang belum selesai, mulai dari toilet, plafon dan sejumlah bagian lainnya yang juga belum selesai.

Pihaknya berharap pembangunan kantor kecamatan itu bisa dilanjutkan, sehingga aparat kecamatan di Pulau Pisang dapat memiliki kantor kecamatan seperti kecamatan lainnya, dan tidak perlu menyewa lagi.

“Harapan kami, pembangunannya bisa dilanjutkan, sehingga kami bisa bekerja di kantor kecamatan, tidak lagi menyewa rumah warga yang dijadikan kantor,” harapnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR