SUKADANA (lampost.co) -- Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cerkasi Sukadana, Lampung Timur, menekankan pembentukan karakter pada setiap peserta didiknya. Kepala PAUD Cerkasi, Fatimah, menjelaskan karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang akan menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
"Melalui kegiatan belajar dan bermain, kami berupaya membangun anak usia dini agar menjadi generasi emas yang berkarakter," kata Fatimah, Kamis (26/10/2017).
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak diharapkan tumbuh menjadi sosok yang memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Menurut Fatimah, kecerdasan emosi itulah yang akan menjadi bekal penting anak menyongsong masa depan. Sebab, seseorang akan lebih mudah diterima lingkungannya dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan dengan kecerdasan emosional, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis nantinya.
Melalui pendidikan yang mengutamakan pembentukan karakter juga, siswa diharapkan tumbuh menjadi individu yang kemudian menjadi sosok yang mandiri, dan bertanggung jawab. Untuk dapat membentuk berbagai karakter, baik pada anak usia dini tersebut, sangat dibutuhkan peran guru. "Di sinilah peran guru yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan," ujar Fatimah.
Sebab, guru menjadi ujung tombak dalam kegiatan bermain dan belajar di kelas, serta berhadapan langsung dengan peserta didik.
Fatimah melanjutkan sekolah yang mengusung visi mewujudkan kreativitas anak yang bertakwa dan mandiri sebagai generasi penerus bangsa itu, selain mengutamakan karakter siswa juga mendorong siswa untuk berprestasi melalui berbagai kegiatan sesuai minat dan bakat. Adapun berbagai prestasi yang pernah diraih PAUD Cerkasi, yang berdiri sejak 2002 di bawah pimpinan Putri Ernawati Zaiful Bukhori itu, pernah menjadi juara I lomba sekolah sehat tingkat Kabupaten Lampung Timur pada 2003, juara III lomba sekolah sehat tingkat provinsi, juara I karnaval tingkat anak-anak se-kecamatan, hingga juara I gugus kreativitas barang bekas.
Fatimah menyebut pendidikan anak usia dini berkualitas merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) bagi sebuah bangsa. Oleh karena itu, pada masa anak memasuki usia yang disebut juga periode emas (golden age) harus benar-benar mendapatkan pendidikan yang baik.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR