KANKER payudara menjadi yang paling banyak menyerang perempuan setelah kanker serviks. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, pengobatan kanker payudara terus dikembangkan. Salah satunya adalah terapi target.
Pengobatan untuk penyakit kanker terus berkembang. Selain kemoterapi, kini ada terapi target yang bisa menjadi pengobatan untuk pasien kanker seperti kanker ovarium. Terapi ini, salah satunya dengan konsumsi obat anti-angiogenesis.
Dokter Spesialis Onkologi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bintang Abadi Siregar mengatakan ada terapi target adalah pengobatan terbaru. "Selama ini pengobatan pasien kanker, di antaranya kemoterapi dan radioterapi," kata Bintang saat memberikan pemaparan dalam seminar awam kanker payudara di RSUDAM, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan terapi target merupakan pengobatan yang langsung tertuju pada sel kanker. Berbeda dengan kemoterapi yang menyasar seluruh lapisan sel baik yang terkena kanker maupun tidak.
"Terapi ini menghadang sel kanker sehingga tidak berkembang dan mengenai bagian lain," ujar Bintang. Pengobatan ini dianggap lebih efektif dengan tingkat kesembuhan lebih tinggi dibanding kemoterapi. 
Pengobatan ini mirip dengan kemoterapi yakni dengan disuntik. "Sebagian pasien kami arahkan untuk target terapi," kata Bintang. Namun, biaya yang harus dikeluarkan relatif besar.
Pada terapi itu, obat anti-angiogenesis akan menyerang protein vascular endothelial growth factor (VEGF) dengan menghambat pasokan oksigen dan nutrisi ke sel kanker. Dengan begitu, sel kanker akan kelaparan dan akhirnya tidak berkembang hingga mati.
VEGF adalah protein yang sangat memengaruhi pertumbuhan tumor. Pada kanker, VEGF akan merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru yang membawa oksigen dan nutrisi sehingga tumor membesar. VEGF juga membentuk jaringan pembuluh darah tumor yang abnormal dan menghambat respons kekebalan tubuh terhadap tumor.
Sama halnya dengan kemoterapi, terapi target bisa dilakukan setelah pasien menjalani operasi pengangkatan kanker. Intensitas terapi bergantung stadium kanker.
Terapi target diprediksi dapat meningkatkan harapan hidup pasien yang hanya menjalani kemoterapi. “Efek sampingnya relatif lebih rendah,” kata dia. Obat anti-angiogenesis, bevacizumbab, telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk indikasi kanker kolorektal, payudara tipe tertentu, ovarium, dan paru-paru. 
Kemungkinan sembuh bagi pasien stadium awal mencapai 99%. Karena itu, segera periksakan diri dan jalani pengobatan secara teratur.
M Irhas Said menyatakan hingga Desember 2017 jumlah pasien kanker cukup tinggi, pria sebanyak 99 orang dan 127 orang perempuan. Keluhan pasien kanker, di antaranya rasa nyeri, menurunnya nafsu makan, dan susah buang air besar.

Merawat Penderita
Lalu, bagaimana cara merawat pasien kanker di rumah? Keluarga atau orang terdekat dapat menemani pasien melakukan sejumlah aktivitas seperti jalan-jalan ringan, mendengarkan musik, dan memberi semangat.
"Nyeri memiliki tingkatan, yakni ringan, sedang, dan berat. Bila nyeri ringan muncul, lakukan hal-hal tersebut untuk mengurangi rasa nyeri," ujar Irhas.
Seiring waktu, pasien akan kehilangan nafsu makan dan sulit mencerna makanan. Penurunan berat badan akan terjadi secara drastis hingga menyebabkan malanutrisi.
"Pasien hilang nafsu makan, kuncinya sedikit tapi sering, misalnya sesuap kemudian diselingi jalan-jalan sehingga asupan nutrisi terjaga," kata dia. Jika mengalami sulit BAB, pasien sebaiknya banyak mengonsumsi sayuran tinggi serat, perbanyak air putih, dan aktivitas. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR