AKSI penjarahan biasanya dilakukan sekelompok massa yang mencurahkan kekesalan atau justru mencari kesempatan saat kerusuhan. Untuk itu kepolisian yang langsung turun tangan menanganinya.

Seno senangun tugas plisi, tijaga kenyin unyin aman (Itu memang tugas kepolisian, menjaganya agar tidak rusuh biar semua aman).



Namun yang aneh di Israel, justru pasukan Israel menjarah rumah keluarga seorang anggota senior Fatah dan seorang pengacara. Kepolisian juga menahan keduanya, di Kota Ramallah, Tepi Barat.

Seperti dilaporkan kantor berita Palestina WAFA, sejumlah kendaraan militer Israel menyerbu permukiman Ramallah At-Tihta di Kota Ramallah. Mereka juga ikut menginterogasi anggota keluarga anggota Dewan Revolusioner Fatah selama beberapa jam.

Na layau kik kuk plisi ngakuk seno, nambah kacau ana. Wat-wat gawoh (Kacau kalau polisi juga menjarah, makin kacau itu. Ada-ada saja).

Tentara Israel juga menyerbu dan dengan kasar menggeledah rumah Tarek Barghout, seorang pengacara yang bekerja untuk Komisi Urusan Tahanan, serta menginterogasi anggota keluarganya.

Zakaria Zubeidi adalah anggota terkemuka Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap bersenjata Fatah, selama intifada (aksi perlawanan) kedua tapi belakangan diberi amnesti oleh Israel, dalam kesepakatan yang dicapai dengan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina.

Zakaria Zubeidi dan Tarek Barghout telah dijebloskan ke dalam tahanan Israel sejak 27 Februari, ketika mereka ditangkap oleh pasukan Israel.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR