LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 31 May
5776
Kategori Internasional
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Tentara Filipina Rebut Kembali 90 Persen Kota Marawi dari Kelompok Maute
Prajurit Filipina melakukan operasi di Mawari (Foto: AFP).

Tentara Filipina Rebut Kembali 90 Persen Kota Marawi dari Kelompok Maute

MARAWI (Lampost.co) -- Pasukan pemerintah telah merebut kembali 90 persen Kota Marawi, seminggu setelah diserang oleh kelompok bersenjata Maute dan Abu Sayyaf. 

"Hampir 90 persen dari seluruh kota dikuasai dengan baik oleh pasukan kita dan telah dibersihkan dari sisa-sisa kelompok ini. Sisanya adalah area kantong perlawanan yang masih dikuasai militan," kata juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Brigadir Jenderal Restituto Padilla dalam sebuah wawancara telepon dengan Kepala Pusat ANC, seperti dikutip ABS-CBN, Rabu 31 Mei 2017.

Padilla katakan bahwa para ekstremis mampu menyembunyikan pemimpin teror Isnilon Hapilon dan juga persenjataan di sejumlah kawasan di daerah ini.

Pasukan pemerintah bertujuan mengambil alih wilayah pemberontak yang tersisa hingga beberapa hari ke depan, kata pejabat AFP.

Tidak ada reaksi militan

Padilla mengatakan bahwa militer telah mengamankan semua titik masuk dan keluar di Marawi, sehingga mengurangi kemungkinan bala bantuan bagi kelompok bandit tersebut.

Dia sebut, jumlah pemberontak jelas dapat dikaitkan dengan para simpatisan yang mereka bebaskan dari penjara Kota Marawi.

Para pemberontak tersebut, lanjutnya, telah pergi membawa senjata yang dikumpulkan dari aksi pemerasan sebelumnya dan yang dirampas dari penjara kota dan kantor polisi. Mereka juga menjarah makanan untuk persediaan mereka dari toko serba ada.

Padilla katakan, 80 militan telah terbunuh pada Selasa malam. Direbut militer dari kubu yang sebelumnya diduduki  pemberontak, berupa senjata api berat, komponen bom, dan dokumen teror.

"Dokumen tersebut membuktikan bahwa para teroris telah merencanakan pengepungan Marawi, bahkan sebelum pasukan pemerintah berupaya menangkap Hapilon, pekan lalu," kata Padilla.

Penyelamatan

Padila mengungkapkan, militer sekarang akan menarik beberapa tentara dan personel dari medan pertempuran tersebut, dan menyebarkannya ke dalam upaya evakuasi dan penyelamatan sandera.

Di antara para tawanan yang masih disekap oleh pemberontak adalah Chito Suganob, pastor paroki Katedral St. Mary.

"Kami mengerahkan upaya melalui pendekatan secara rahasia dan cara lain buat bernegosiasi dengan para bandit ini untuk pembebasan dirinya dan sandera lain yang mungkin masih ada di tangan mereka," ucap Padilla.

"Namun, kami tidak ingin bermain dalam semua propaganda ini. Ada propaganda yang intens demi mencegah seluruh kota untuk mempengaruhi para pengambil keputusan dan juga masyarakat umum," cetusnya.

Kekerasan di Marawi meletus Selasa pekan lalu, mendorong Presiden Rodrigo Duterte lantas menempatkan seluruh pulau Mindanao di bawah darurat militer.

Pemerintah percaya bahwa Maute melakukan serangan menjelang bulan suci Ramadhan guna menarik perhatian Islamic State (ISIS) demi mendapatkan pengakuan sebagai afiliasi regional.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv