KOTABUMI (Lampost.co)--Peternak di Lampung Utara diminta segera melapor petugas unit pelaksana teknis daerah (UPTD) kecamatan Dinas Pertanian jika menemukan ciri penyakit jembrana pada sapi khususnya sapi bali. 
Kepala Seksi Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo, di ruang kerjanya, Selasa (10/4/2018),  mengatakan untuk  ciri ternak sapi terjangkit penyakit jembrana dapat diketahui, yakni sapi mengalami demam tinggi dengan suhu badannya  mencapai 38–42 derajat celcius, pada bagian kelenjar limfa mengalami pembengkakan hebat, pada bagian selaput lendir mulut sapi ada luka. Sapi yang terjangkit juga sering mengalami pendarahan pada kulit,  penurunan nafsu makan sehingga berat badannya mengalami penurunan, serta diare yang bercampur dengan darah. 

"Bila peternak di Lampura menemukan tanda penyakit jembrana tersebut, dapat langsung menghubungi petugas unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di kecamatan setempat atau langsung ke kantor dinas pertanian untuk segera dilakukan penanganan" kata Aris.



Antisipasi

Untuk mengantisipasi penyakit jembrana yang disebabkan virus retrovirus sub famili lentivirinae, Dinas Pertanian Lampung Utara meminta peternak menjaga sanitasi kandang. 

Aris mengatakan penyakit Jembrana merupakan penyakit menular pada sapi yang cepat penyebarannya dengan tingkat mortalitas (kematian) cukup tinggi. Langkah antisipasi penyebarannya, peternak mesti lebih intensif membersihkan kandang sapi miliknya sebab, penularan virus itu karena gigitan serangga seperti lalat, caplak dan nyamuk. Selain itu, sapi divaksinasi secara rutin, pemberian antibiotik dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya serta penyemprotan kandang dengan desinfektan untuk membunuh bibit penyakit.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR