METRO (Lampost.co)--Puluhan perwakilan pedagang kaki lima (PKL) mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Metro guna menyampaikan aspirasi terkait tindak lanjut permohonan pedagang untuk mengganti Kadisdag Leo M Hutabarat yang dinilai tidak akomodir terhadap mereka, Kamis (19/10/2017).

Aksi tersebut, kelanjutan dari tuntutan PKL Pasar Metro ke kantor Dinas Perdagangan (Disdag) pada Selasa 17 Oktober lalu.



Wali Kota Metro, Achmad Pairin, menyambut mereka dalam audiensi di ruang OR Setda. Namun PKL belum merasa puas lantaran Pemkot Metro belum memberikan tanggapan pasti terkait aspirasi mereka.

Ketua Himpunan pedagang kaki lima Metro (HPKLM), Azwan Syairulloh, menyatakan sedikitnya terdapat lima tuntutan yang menjadi aspirasi pedagang. Para PKL menolak dengan alasan apapun untuk dipindahkan di lantai atas Pasar Cendrawasih dan Pasar Kopindo, karena menurutnya hal itu bisa merugikan PKL.

“Pertama itu kita dengan tegas menyatakan tidak ingin dipindahkan, bersamaan kami juga meminta wali kota kembali mengizinkan PKL berdagang di Jalan. Agus Salim, Cut Nyak Dien, antara Kopindo dan Cendrawasi, antara Kopindo dan Mega Mal, antara M3 dan Pasar Cendrawasih (eks kebakaran), dan sekitar terminal kota dan Nuban Ria di malam hari,”katanya.

Selain itu, mereka juga menyatakan kesiapannya bila harus di tata dengan metode tendanisasi. Namun mereka tetap menuntut Pemkot Metro menghentikan penyebaran surat dari Disdag No.053/398/D.18.03/2017 prihal pengosongan kios yang berada dilorong Mega Mall dan Cendrawasih. Selanjutnya, PKL meminta sesegera mungkin Kadis Perdagangan Leo M Hutabarat dicopot dengan alasan, terlalu arogansi, serta tidak berkemanusiaan karna menggusur pedagang tanpa solusi.

"Ini pedagang banyak yang kehilangan mata pencagarian berakibat terancam kelaparan dan anak-anak putus sekolah karena arogansi ini. Pak Kadis juga terindikasi tidak berpihak kepada pedagang kecil, namun terlalu berpihak kepada pengembang dan pengusaha pengusaha, dan akibatnya di duga merugikan PAD Pemkot Metro,"ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, bila sedikitnya PKL membayar uang Rp4.000 setiap harinya dan di kalikan dengan 1.500 pedagang yang menghuni lapak di jalan tersebut, maka diperkirakan Pemkot Metro dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2 miliar lebih per tahun. "Bayangkan saja dalam sehari dengan rincian Satpam Rp1.000, Salar Rp2.000, dan uang kebersiahan Rp1.000. PKL yang ada di Jl.Agus Salim dan Jl. Cut Nyak Din dan sekitar terminal Kota Metro itu ada 1.000 pedagang dikalikan Rp4.000 hasilnya Rp 4 juta per hari, kalau 1 bulan Rp120 juta,- kalo satu tahun berarti ada Rp1,44 miliar.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR