AJAL atau batas umur seseorang sudah menjadi putusan Sang Maha Pemilik Kehidupan, hanya lantarannya yang bisa disebabkan kesalahan manusia. Salah satunya bunuh diri yang menjadi waktu mengakhiri kehidupan salah.

Iya kidah, kik senangun adu waktuni yang titunggu gawoh (Iyalah kalau sudah waktunya ditunggu saja).



Kali ini ada seorang ilmuwan tertua di Australia meninggalkan negaranya ke Swiss untuk mengakhiri hidupnya pada usia 104 tahun. Dia marah pergi ke luar negeri untuk mengakhiri hidup. Dia tidak memiliki penyakit mematikan tetapi kualitas hidupnya telah memburuk.

Akhirnya dia membuat putusan mati dibantu agen mati Life Circle di Basel. Dia berangkat ke lokasi kematiannya dengan dikelilingi teman dan keluarga sambil mengatakan selamat tinggal terakhir mereka.

Na luwangan niku, acak dia khajin buibadah. Aga sakha de niku, wat-wat gawoh (Nah kan kacau, lebih baik rajin ibadah. Bakal sengsara kamu, ada-ada saja).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR