PESAWARAN (Lampost.co) -- Kapolda Lampung Irjen Purwadi Irianto mengatakan anggota atau jajarannya harus benar-benar melakukan tugas dengan efektif, artinya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Untuk itu, jika ada para pelaku kejahatan yang melakukan tindakan yang membahayakan nyawa masyarakat atau petugas, jangan segan-segan ditembak mati saja.



“Jangan ditembak kakinya, tetapi lansung saja tembak di tempat yang mematikan,” ujar Irjen Purwadi Irianto, dalam arahannya kepada para polisi dalam kunjungan kerja pertamanya ke Polres Pesawaran, Rabu (12/9/2018).

Setelah itu atasannya (Ankum, red) membuat laporan kejadian tersebut untuk memastikan apakah tindakan tersebut sudah benar atau salah. Namun, demikian tindakan itu tentu harus diimbangi dengan senjata apa yang dibawa pelaku kejahatan. “Kalau pelaku kejahatan hanya pakai tangan kosong, sekuat kuatnya tangan tentu tidak mengancam jiwa petugas,” ujar Kapolda dihadapan para anggota Bhabinkamtibmas se-Polres Pesawaran.

Jenderal bintang dua polisi kelahiran 2 Oktober 1966 itu menegaskan, tujuannya dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, ingin menangkap langsung apa yang menjadi keinginan masyarakat di Pesawaran. “Kita punya prioritas kerja dan masyarakat mempunyai harapan,” ujarnya.

Alumnus Akpol angkatan 88 itu mencontohkan, pada jam sibuk pagi hari saat banyak anak berangkat ke sekolah, truk-truk besar yang melintas dipinggirkan dan petugas mendahulukan masyarakat yang akan ke sekolah. Contoh lainnya, para petani yang sedang membawa hasil panennya, jangan sampai diganggui, melainkan dibantu agar lancar. Kedua hal itu pasti menjadi harapan masyarakat.

Kapolda menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus dapat memecahkan masalah dan bisa menyelesaikan konflik di tengah tengah masyarakat. Polisi harus melayani masyarakat dengan tulus ikhlas, cepat merespon sehingga masyarakat senang. Harapan masyarakat harus dilayani, jika ada masalah jangan dipersulit. Polri harus bisa mendekatkan diri pada masyarakat agar bisa saling memahami nilai agama, adat dan budaya. “Hasil tidak akan mengkhianati usaha,” ujar mantan Wakapola Metro Jaya itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR